Sekjen PAN Eddy Soeparno (kanan). Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Sekjen PAN Eddy Soeparno (kanan). Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

PAN Tersandera Kontrak Politik

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Theofilus Ifan Sucipto • 04 Mei 2019 16:34
Jakarta: Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan menegaskan masih berada dalam barisan koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno menyebut masih ada kontrak politik antara PAN dengan Prabowo-Sandi.
 
"Kita tetap berada di barisan koalisi Indonesia adil makmur karena memang kita kan punya kontrak politik yang ditandatangani ketika mengusung Prabowo-Sandi dan disampaikan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum)," kata Eddy di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN, Jakarta Selatan, Sabtu, 4 Mei 2019.
 
Eddy mengatakan PAN merupakan partai politik yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) dan mengusung Prabowo-Hatta Rajasa pada Pilpres 2014, bersama PKS dan Gerindra. Ia menegaskan, koalisi tetap solid. Buktinya, kata Eddy, pada Pemilu 2019 tiga partai ini memutuskan tetap berada di koalisi, termasuk PAN.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Eddy, Prabowo akan kembali mengumpulkan partai politik koalisinya. Pertemuan bakal membicarakan apakah partai pengusung Prabowo-Sandiaga masih tetap dalam satu koalisi atau tidak hingga Pemilu 2024.
 
"Nanti akan ada pembicaraan serupa di antara partai koalisi apapun hasil Pemilu 2019 nanti," beber Eddy.
 
Baca:Peluang PAN 'Balik Badan'
 
Isu PAN berbalik arah koalisi usai Pilpres mengemuka. Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan menyatakan komitmen partainya dalam koalisi Prabowo-Sandi hanya sampai pemilihan presiden. Selepas itu, PAN bebas menentukan arah politik.
 
"Pada dasarnya memang komitmen kami di tim kampanye Prabowo Sandi atau di pencalonan Prabowo-Sandi ini memang hanya sampai pencalonan presiden," ujar Bara dalam diskusi di Jakarta, Senin 29 April 2019.
 
Bara mengatakan langkah yang diambil harus sesuai kepentingan partai. Selain itu juga kontribusi partai terhadap bangsa.
 
"Setelah itu kami bebas dengan otoritas penuh untuk menentukan langkah berikutnya. Bagi PAN tentu saja sesuai dengan kepentingan partai," jelas Bara.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif