Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Aria Bima. Foto: Fachri Audhia Hafiez
Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Aria Bima. Foto: Fachri Audhia Hafiez

TKN Sebut Ancaman People Power Bentuk Kekecewaan

Pemilu pilpres 2019
Candra Yuri Nuralam • 17 April 2019 19:32
Jakarta: Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Aria Bima menyebut ancaman pergerakan people power merupakan bentuk kekecewaan karena kalah dalam Pemilu. Menurut dia, dalam setiap kompetisi, termasuk Pemilu, seluruh kontestan harus siap menerima kekalahan.
 
Pernyataan Aria ini merujuk ancaman tokoh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais. Amien sebelumnya mengaku akan mengerahkan people power jika Prabowo kalah dalam Pemilu karena dicurangi.
 
"People power tuh bentuk dari kecewa, marah, kalau ada kecurangan tunjukan kecurangannya, bisa dikatakan kalau Prabowo kalah dicurangi, kecurangan di mana? Curangnya di mana harus jelas," kata Aria di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Rabu, 17 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aria menambahkan, jika memang ada kecurangan seharusnya Amien Rais tidak 'primitif'. Indonesia, kata Aria, punya lembaga hukum yang sudah terbentuk ketimbang menggerakkan massa.
 
"Ada Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu), ada MK (Mahkamah Konstitusi). Jadi, mengkritisi kinerja KPU (Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu saya sepakat, supaya KPU kerja on the track, ya tetapi mencurigai kerja KPU itu tak betul," ujar Aria.
 
Menurut dia, jika pihak Prabowo menemui dugaan kecurangan, maka mereka bisa melaporkannya ke Bawaslu. Sementara, jika tidak puas dengan hasil Pemilu, mereka bisa menggugatnya ke MK.
 
Baca: Alasan Jokowi Tak Deklarasi Kemenangan
 
"Ini negara demokrasi, tidak usah ke PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan people power, karena kita enggak ada mekanisme seperti itu," lanjutnya.
 
Lebih lanjut Aria menegaskan kepada Amien Rais untuk tidak mudah termakan hoaks. Dia menegaskan, selama ini tidak ada kecurangan seperti yang dinarasikan Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
 
"Kita sudah empat kali mengadakan pilpres, kita sudah tahu bagaimana rakyat ini berkehendak, partai politik juga terus memperbaiki proses pemilu, jangan meremehkan rakyat Indonesia dalam pemilihannya, ini bukti rakyat melawan hoaks. Ini buktinya," tegas Aria.
 
Baca:Prabowo Imbau Pendukungnya Tetap Tenang
 
Dari hasil hitung cepat sementara beberapa lembaga survei hasil kerjasama dengan Medcom.id, data sementara yang masuk mengunggulkan pasangan Joko Widodo-Maruf Amin. Pasangan nomor urut 01 itu unggul di atas persentase 50 persen.
 
Indobarometer Jokowi-Maruf 53,76 persen, Prabowo-Sandi 46,24 persen. Charta Politica Jokowi-Ma'ruf 54,26 persen Prabowo-Sandi 45,74 persen. Poltracking Jokowi-Ma'ruf 54,74 persen Prabowo-Sandi 45,26 persen. SMRC Jokowi-Ma'ruf 54,88 persen Prabowo-Sandi 45,12 persen. Voxpol Jokowi-Ma'ruf 57,71 persen Prabowo-Sandi 42,29 persen dan LSI Jokowi-Ma'ruf 55,38 persen Prabowo-Sandi 44,62 persen. Data yang masuk sementara berkisar 79-92 persen.
 

(DMR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif