Wakil Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Arsul Sani. Medcom.id/Faisal Abdalla.
Wakil Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Arsul Sani. Medcom.id/Faisal Abdalla.

Arsul: Tak Etis Mengumumkan Sumbangan Dana Kampanye

Pemilu dana kampanye
Whisnu Mardiansyah • 02 Januari 2019 18:27
Jakarta: Wakil Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Arsul Sani mengatakan sumbangan dana kampanye partai politik pengusung capres-cawapres tak perlu dipersoalkan. Tim pemenangan tidak sepatutnya mengumumkan rincian sumbangan dana kampanye parpol.

Hal ini merespons sumbangan dana kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sementara, tercatat saat ini baru Partai Gerindra penyumbang dari parpol pengusung. 

"Kami soal partisipasi parpol yang sembilan, yang tergabung dalam KIK (Koalisi Indonesia Kerja) itu tidak kita permasalahkan. Karena memang tak etis paslon atau tim kampanye bicara tentang kontribusi langsung dari partai yang ikut dalam koalisinya," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 2 Januari 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Baca: PKS: Tak Ada Aturan Harus Menyumbang Dana Kampanye Arsul menjelaskan kontribusi partai politik pengusung ke pasangan calon tidak harus sumbangan tunai. Sumbangan bisa berupa alat peraga kampanye (APK).

"Kalau kami misalnya, caleg PPP termasuk saya, membuat baliho ada gambar Pak Jokowi-Ma'ruf, kontribusi enggak itu? Kan kontribusi. Membuat stiker dengan biaya kita itu kan juga bentuk kontribusi," jelas Arsul. 

TKN Jokowi-Ma'ruf, kata dia, sejak awal tidak mempermasalahkan sumbangan dana kampanye dari partai pengusung. Kewajiban partai pengusung mengonsolidasikan dukungan di tingkat akar rumput. 

"Soal dana kampanye, sumbangan dari mana, itu tugasnya TKN untuk mencari dari sumber-sumber yang halal dan diperbolehkan menurut UU Pemilu maupun UU parpol jika ada yang tersalurkan ke parpol," katanya.

Baca: 70 Persen Dana Kampanye Prabowo dari Sandiaga

Meski demikian, saat dikonfirmasi Arsul belum mengetahui perkembangan dana kampanye Jokowi-Ma'ruf. Karena, hal itu menjadi tanggung jawab bendahara.

"Kami para wakil ketua kan tidak tahu. Kami taunya mau bikin kegiatan, perlu dukungan dana, itu ada saja. Dananya dari mana aja itu kita percaya pasti dari sumbangan," kata dia.


(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi