Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.

Demokrat: 22 Mei Puncak Kompetisi Pesta Demokrasi

Pemilu pemilu serentak 2019
Whisnu Mardiansyah • 20 Mei 2019 13:07
Jakarta: Partai Demokrat menilai Rabu, 22 Mei 2019, sebagai puncak perayaan pesta demokrasi penentuan pemenang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Semestinya, 22 Mei disambut dengan riang gembira.
 
"Kalau kita ibaratkan ini Liga Champions begitu nanti mau final Liverpool lawan Tottenham ramai sekali. Ini saja yang hiruk pikuknya dan ini adalah puncak dari kompetisi selama tujuh bulan lebih," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Demokrat Hinca Panjaitan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 20 Mei 2019.
 
Hinca tak bisa memungkiri adanya masyarakat yang ingin turun ke jalan besok. Namun, dia menekankan penyampaian aspirasi harus dilakukan dengan tertib sesuai dengan koridor hukum dan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mudah-mudahan tidak ada masalah semua berjalan baik lancar orang menyampaikan pendapatnya," jelas Hinca.
 
Hinca tak sepakat penyelesaian ketidakpuasan hasil pemilu disampaikan dengan cara-cara inkonstitusional seperti people power. Partai politik semestinya mengimbau kader-kader ada cara-cara konstitusional penyelesaian sengketa pemilu, bukan justru turun ke jalanan.
 
"Undang-undang sudah kita bikin konstitusi sudah mengatur. Sebagai partai politik kami pasti setia pada cara-cara konstitusional," jelas Hinca.
 
Demokrat berkomitmen memilih cara-cara konstitusional penyelesaian sengketa pemilu. Para kader sudah paham instruksi partai agar tetap mematuhi koridor-koridor hukum jelang aksi 22 Mei besok.
 
"Enggak usah diimbau juga sudah tahu sikap Demokrat itu sederhana saja karena itu kami tetap menjalankan fungsi-fungsi yang ada," jelas dia.
 
Sekelompok orang bakal melangsungkan demo pada 22 Mei 2019, bertepatan pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Demo dilakukan lantaran mereka menilai terjadi kecurangan dalam pemilu.
 
Baca: Aksi 22 Mei Berpotensi Ditunggangi
 
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengaku belum menerima permintaan izin keramaian rencana aksi pada 22 Mei 2019. Aksi itu diketahui dilakukan sejumlah kelompok massa yang menuding ada kecurangan di Pemilu 2019.
 
"Sampai sekarang belum, belum ada (izin kerumunan terkait rencana aksi pada 22 Mei 2019)," ujar Gatot saat menghadiri perayaan Hari Raya Waisak di Wihara Ekayana Arama, Jalan Mangga, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu, 19 Mei 2019.
 
Meski demikian, pihaknya akan meningkatkan pengamanan di wilayah-wilayah yang berpotensi terjadinya gangguan keamanan. Bahkan, kepolisian sudah menyiapkan pengamanan dari jauh-jauh hari.
 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif