Capres-Cawapres nomor urut 2 Prabowo-Sandi/Medcom.id/Yona
Capres-Cawapres nomor urut 2 Prabowo-Sandi/Medcom.id/Yona

Kasus Ratna Sarumpaet Berdampak Negatif kepada Prabowo-Sandi

Pemilu pilpres 2019 Prabowo-Sandi
Faisal Abdalla • 24 Oktober 2018 04:00
Jakarta: Kasus kabar bohong yang dilakukan Ratna Sarumpaet dinilai memberi dampak negatif terhadap elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hal itu ditemukan berdasarkan hasil survei LSI Denny JA.
 
"Kasus hoaks Ratna Sarumpaet merugikan Prabowo," kata peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman, Selasa, 23 Oktober 2018.
 
Sebanyak 17,9 persen responden mengaku tidak mendukung Prabowo pasca kasus hoaks Ratna mengemuka. Responden yang memilih mendukung Joko Widodo pasca kasus tersebut sebesar 25 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Elektabilitas capres-cawapres, Jokowi-Ma'ruf Amin juga jauh meninggalkan Prabowo-Sandi. Dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf mencapai 57,7 persen, sedangkan Prabowo-Sandi hanya 28,6 persen.
 
"Jokowi-Amin masih unggul telak pada survei Oktober 2018," tandasnya.
 
Baca:Swing VotersCenderung Memilih Jokowi-Ma'ruf
 
Tren dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf juga mengalami peningkatan selama periode Agustus-Oktober. Sementara itu, Prabowo-Sandi stagnan.
 
Kendati demikian, kasus Ratna tidak mengurangi dukungan ke Prabowo secara signifikan. Pasangan nomor urut 02 itu memiliki pendukung yang militan. Namun, kasus tersebut membuat swing voters atau pemilih yang belum menentukan pilihan cenderung merapat ke Jokowi-Ma'ruf.
 
Survei ini dilakukan pada 10-19 Oktober 2018, dengan metode multistage random sampling. Sebanyak 1.200 responden diwawancarai tatap muka menggunakan kuesioner. Margin of error dari survei ini sebesar ± 2.8 persen.
 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi