Mandala Abadi Shoji caleg PAN yang dicoret KPU. (Foto: Medcom.id/Fachri Audia)
Mandala Abadi Shoji caleg PAN yang dicoret KPU. (Foto: Medcom.id/Fachri Audia)

Mandala Shoji Dicoret dari Daftar Caleg

Pemilu pileg pemilu serentak 2019
Faisal Abdalla • 11 Februari 2019 14:29
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) daftar calon tetap (DCT) anggota DPR RI yang baru tanpa memasukan nama caleg PAN Mandala Shoji. Mandala divonis bersalah melakukan tindak pidana pemilu lantaran membagikan kupon umroh saat kampanye.
 
"Kita akan segera ganti SK DCT, kita coret nama Mandala," kata Komisioner KPU Ilham Saputra di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Senin, 11 Februari 2019.
 
Ilham mengatakan KPU hingga kini masih menunggu salinan putusan dari pengadilan terkait kasus Mandala. Nama Mandala akan dicoret dari DCT setelah KPU mengantongi salinan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Mandala Shoji Menyerahkan Diri
 
Meski dicoret, Ilham mengatakan nama Mandala masih akan tercantum dalam surat suara. Hal ini lantaran proses pencetakan sudah berlangsung. KPU tak mungkin menarik semua surat suara yang sudah tercetak nama Mandala.
 
"Nanti kita umumkan, kita bersurat ke KPUD kota membuat surat semacam juknis ke KPPS agar mengumumkan yang namanya Mandala tidak jadi di DCT agar kalau nanti terpilih, suaranya akan ke partai. Itu disampaikan terus oleh petugas kami," ujarnya.
 
Ilham menegaskan mekanisme yang sama akan diberlakukan kepada caleg lain yang tersangkut kasus hukum dan sudah inkrah. KPU menegaskan pencoretan nama Mandala sudah sesuai aturan undang-undang.
 
"Kan di undang-undang jelas kalau terlibat pelanggaran dicoret kalau sudah inkrah," tegasnya.
 
Baca juga:Mandala Dijebloskan ke LP Salemba
 
Mandala divonis Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tiga bulan kurungan dan denda Rp5 juta terkait pembagian kupon umrah di pasar kaget Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu pagi, 11 November 2018. Vonis serupa juga diberikan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
 
Mandala mengajukan banding, tapi ditolak Pengadilan Tinggi Jakarta. Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta malah menguatkan putusan PN Jakpus dan Jaksel. Mengacu Pasal 482 ayat 5 Undang-undang (UU) Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, putusan pengadilan tinggi merupakan putusan terakhir dan mengikat. Mandala divonis bersama Caleg PAN lainnya Lucky Andriani.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif