Debat Capres-Cawapres Digelar di Jakarta dan Surabaya

Media Indonesia 01 Desember 2018 05:00 WIB
pilpres 2019
Debat Capres-Cawapres Digelar di Jakarta dan Surabaya
Ketua KPU RI Arief Budiman. Foto Medcom.id/ Dheri A.
Jakarta:Debat calon presiden dan wakil presiden pada pemilu 2019 akan dilakukan sebanyak lima kali. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan debat capres akan dilakukan di dua kota yaitu Jakarta dan Surabaya. 

Katua KPU Pemilihan di kota Jakarta dan Surabaya pun telah disepakati bersama dengan para pimpinan redaksi media massa. Media massa nantinya terlibat dalam pelaksanaan debat capres-cawapres.


"Supaya nuansanya enggak hanya di Jakarta yang paling gampang di Surabaya karena logistiknya mudah dan sebagainya. Debatnya diadakan 2 kali di Jakarta, 1 kali di Surabaya, 2 kali lagi di Jakarta," kata Ketua KPU Arief Budiman di Gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 30 November 2018.

Arief mengatakan ada konsekuensi yang berbeda jika diselenggarakan debat capres di Jakarta dan Surabaya. Namun dia memastikan KPU bisa menangani hal tersebut dengan meminta persediaan penyelenggara penyiaran untuk menayangkan debat capres-cawapres.

"Ada konsekuensi yang berbeda antara penyelenggara di Jakarta dan Surabaya, karena kan energinya lebih besar di Surabaya. Yasudah KPU bisa atasi itu. Makanya kami minta kesediaan penyelenggara penyiaran siapa yang bersedia di Surabaya. Ternyata ada juga yang mau. Sekarang kami sedang minta kesiapan mereka," tutur dia.

Arief mengatakan, KPU membuat opsi siaran debat capres pada setiap tanggal 17 dengan alasan pemungutan suara pemilu 2019 akan dilaksanakan pada 17 April tahun depan.

"Biar mengingatkan semua orang bahwa pemungutan tanggal 17 April. Akhirnya dengan pertimbangan itu tadi. Januari 17, Februari 17, Maret juga 17 dan 30, april tanggal 13 (hari akhir kampanye). Kami ingin warga merasakan nuansa Pilpres serta semua televisi boleh menyiarkan," tutur Arief.

Sebelumnya Founder Foreign Policy Community of Indonesia, Dino Patti Djalal datang ke KPU. Arief mengatakan kedatangan Dino tersebut dalam rangka memberikan masukan tentang materi debat.

"Ya dia bertanya soal regulasi juga sih apakah debat akan presiden dan presiden. Atau presiden dan wakil presiden, apa saja formatnya, saya jelaskan bagaimana regulasinya. Mungkin dia melihat metode debat di banyak negara dan ingin memberikan masukan-masukan,"ucap Arief.

Menurut Arief, Dinobisa menghadirkan ahli-ahli untuk jadi panelis dan bahkan moderator. Kemudian, FPCI juga bukan menjadi lembaga pertama yang memberikan masukan soal materi debat.

"Banyak yang sudah memberikan masukan ke kita, di antaranya budayawan dan sudah minta audiensi. Masukan tertulisnya sudah dikirim dan meminta audensi tanggal 6/12 nanti. Kemudian lingkungan hidup juga sudah. Jadi budayawan, lingkungan hidup, isu internasional, dan kelompok agama. Mereka juga sudah memberikan catatan seperti isu-isu SARA." tandas Arief. (Insi Nantika Jelita)



(SCI)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id