Diskusi bertajuk 'Disinformasi dalam Demokrasi' - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Diskusi bertajuk 'Disinformasi dalam Demokrasi' - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Disinformasi Media Sosial Mengancam Perolehan Suara

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019 hoax
Fachri Audhia Hafiez • 24 Januari 2019 18:48
Jakarta: Penyampaian informasi yang salah atau disinformasi di media sosial dinilai dapat mengancam perolehan suara peserta Pemilu 2019. Peserta pemilu harus mewaspadai kondisi itu.
 
"Contoh (saat perolehan suara Pemilu DKI Jakarta 2017) Ahok saja dia berkurang pada akhirnya," ujar Peneliti Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P-LIPI) Mouliza Donna dalam diskusi bertajuk 'Disinformasi dalam Demokrasi', di kantor Populi Center, Slipi, Jakarta Barat, Kamis, 24 Januari 2019.
 
Donna menyebut polarisasi disinformasi di media sosial sangat nyata. Meski demikian, polarisasi di dunia maya dan dunia nyata tidak bisa diklaim sama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau kita lihat saja tetanggaan, ketika di WhatsApp itu berantem tetapi mungkin di satu sisi bersatu lagi," ujar Donna.
 
(Baca juga: Majelis Taklim Diminta Memerangi Hoaks)
 
Namun, kondisi itu terjadi hanya di beberapa kasus. Adapula, pola masyarakat yang bergesekan di dunia nyata ketika terlalu banyak menerima disinformasi.
 
"Ini juga harus diwaspadai oleh masing-masing kubu karena bagi saya di dua kubu ini enggak akan yang diuntungkan dengan hoaks," ujar dia.
 
Padahal, kata Donna, penyebar hoaks hanya ingin menunjukkan bahwa ada ancaman kehadiran mereka. "Siapa yang diuntungkan? yang diuntungkan adalah mereka-mereka yang penyebar hoaks ini. Mereka merasa bahwa 'wah ini apa yang saya lakukan itu berhasil'," tegas Donna.
 


 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif