Muhammadiyah Tak Tepat Berpolitik Praktis

Siti Yona Hukmana 22 November 2018 08:27 WIB
pilpres 2019
Muhammadiyah Tak Tepat Berpolitik Praktis
Ilustrasi politik - Medcom.id
Jakarta: Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah 2003-2006 Ahmad Rofik menyebut Muhammadiyah dalam kitah Ponorogo saat sidang Tanwir 1969 menegaskan tidak berpolitik praktis. Maka itu, tidak tepat jika Muhammadiyah ditarik ke politik praktis, politik dukung mendukung.

“Muhammadiyah hanya mengenal politik adiluhung, politik tingkat tinggi, politik yang membicarakan esensi dan politik kebenaran,” kata Rofik dalam keterangan tertulis, Kamis, 22 November 2018.


Rofik mengatakan Muhammadiyah sangat memerhatikan kepemimpinan di masa depan. Ini untuk melihat kemaslahatan dan memilih yang terbaik.

(Baca juga: Amien Rais Dinilai Mendegradasi Muhammadiyah)

Sebelumnya, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Amien Rais mengaku akan menjewer Ketua Umum Muhammadiah Haedar Nasher. Pasalnya, Haeder memberi kebebasan untuk memilih capres cawapres di Pilpres 2019 kepada warga Muhammadiyah. 

“Biarlah Muhammadiyah tetap berada di jalur dakwah, jalur pengabdian di bidang pendidikan dan kesehatan serta terus mendorong semangat Indonesia berkemajuan,” pungkas Rofik.

(Baca juga: Muhammadiyah Tak Tersinggung Ucapan Amien Rais)






(REN)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id