Anggota Bawaslu Rahmat Bagja. Foto: MI/Susanto.
Anggota Bawaslu Rahmat Bagja. Foto: MI/Susanto.

Potensi Pelanggaran Penyampaian Visi-Misi Dibedah

Pemilu pilpres 2019
Dian Ihsan Siregar • 16 Januari 2019 13:43
Jakarta: Gugus Tugas Pemilu bakal membicarakan potensi pelanggaran kampanye penyampaian visi-misi yang disampaikan di media televisi beberapa hari yang lalu. Keputusan terkait dugaan pelanggaran ini bakal dirumuskan.
 
"Nanti malam kita bahas bersama gugus tugas terkait potensi pelanggaran kampanye," kata anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja di Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Rabu, 16 Januari 2019.
 
Menurut dia, pertemuan gugus tugas adalah inisiasi dari Bawaslu agar polemik penyempaian visi-misi bisa terselesaikan. Bawaslu, kata dia, belum mengetahui apakah penyampaian visi-misi kedua calon presiden sudah memperoleh lampu hijau dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sudah dapat izin atau belum dari KPU, kami belum dapat," jelas dia.
 
Namun yang jelas, dia meminta kedua pasangan calon tidak membuat permasalahan kembali di kemudian hari. Apalagi, aturan kampanye sudah jelas bila jadwal kampanye di media massa baru boleh dijalankan pada 24 Maret 2019 sampai 13 April 2019.
 
Baca: KPU Persilakan Paslon Menyosialisasikan Visi Misi
 
"Aturan sudah jelas 21 hari sebelum masa tenang boleh kampanye," tegas dia.
 
Dia pun menginginkan KPU menjelaskan secara jelas semua ketentuan dan aturan terkait penyampaian visi-misi kedua kandidat, apakah difasilitasi oleh KPU atau tidak. "Itu yang harus dijelaskan nanti," jelas dia.
 


 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif