Ketua KPU Arief Budiman (dua dari kiri pembaca)/Medcom.id/Fachri
Ketua KPU Arief Budiman (dua dari kiri pembaca)/Medcom.id/Fachri

Persoalan OSO Tak Ganggu Pencetakan Surat Suara

Pemilu oesman sapta pemilu serentak 2019
Achmad Zulfikar Fazli • 15 Januari 2019 13:12
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan masalah pencalonan Oesman Sapta Odang (OSO) tak memengaruhi pencetakan surat suara. Surat suara mulai dicetak Rabu, 16 Januari 2019 dan tak langsung untuk semua daerah pemilihan.
 
"(Misal), dapil 1-10 produksi hari ini, terus nanti dapil 20 sampai sekian produksi berikutnya. Kan kami bisa atur. Untuk yang masih ada problem nanti ditempatkan di sesi produksi yang bagian akhir, bisa saja," kata Ketua KPU Arief Budiman di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Januari 2019.
 
Baca: Bawaslu Putuskan OSO Harus Mundur dari Partai

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KPU masih memiliki waktu memutuskan OSO kembali masuk dalam daftar calon tetap (DCT) atau tidak. Keputusan soal OSO yang dianggap tak sesuai UU karena masih menjadi ketua umum Hanura ketika mencalonkan diri baru diketok besok.
 
Arief menjelaskan masuk tidaknya OSO juga tak akan memengaruhi validasi surat suara. Proses itu dianggap sudah selesai. KPU hanya perlu mengumumkan secara resmi bila memang OSO bisa kembali menjadi calon senator.
 
OSO sempat memenangi gugataan atas aturan pelarangan pejabat struktural partai mencalonkan diri sebagai senator. Ia memenangi gugatan di Mahkamah Agung (MA) dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN).
 
Baca: ICW: Kasus OSO Pertaruhan Bawaslu
 
Sayangnya, nama OSO tak kunjung dimasukkan kembali ke DCT. OSO kemudian kembali memasukkan gugatan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meski pernah ditolak.
 
Bawaslu menyatakan KPU melanggar administrasi dan harus memasukkan nama OSO. Namun, keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 30/PUU-XVI/2018 yang pada pokoknya melarang pengurus partai politik nyaleg sebagai anggota DPD berlaku pada Pemilu 2019.
 
Bawaslu juga menilai terpilihnya pengurus parpol menjadi anggota DPD bertentangan dengan hakikat DPD dan berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Bawaslu memerintahkan KPU menetapkan OSO sebagai calon terpilih apabila yang bersangkutan telah mengundurkan diri sebagai pengurus parpol.
 
"Memerintahkan terlapor (KPU) menetapkan saudara Oesman Sapta sebagai calon terpilih Pemilu 2019 apabila mengundurkan diri sebagai pengurus parol paling lambat satu hari sebelum penetapan calon terpilih anggota DPD," ucap Ketua Bawaslu Abhan di Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 9 Januari 2019.
 

(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif