Direktur Eksekutif Charta Politica Yunarto Wijaya - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Direktur Eksekutif Charta Politica Yunarto Wijaya - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Direktur Charta Politica Laporkan Lima Akun penyebar Hoaks

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Theofilus Ifan Sucipto • 23 April 2019 14:59
Jakarta: Direktur Eksekutif Charta Politica Yunarto Wijaya melaporkan lima akun di media sosial pada kepolisian. Akun-akun itu dilaporkan atas tuduhan menyebar hoaks berupa percakapan palsu dan informasi pribadi.
 
"Hari ini merampungkan laporan saya terkait pembuatan chat palsu yang disebarkan oleh beberapa akun di media sosial dan penyebaran via Whatsapp," kata Yunarto di markas Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 23 April 2019.
 
Yunarto menyebut sebetulnya ada ratusan akun yang ikut menyebarkan hoaks. Untuk permulaan, dia melaporkan lima akun yang sejak awal menyebar hoaks.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Laporan ini bermula dari penyebaran chat palsu di media sosial. Dalam tangkapan layar terlihat profil Whatsapp Yunarto dan nomor telepon pribadinya.
 
Chat itu berisi seseorang yang mengaku Yunarto menulis pesan 'Siap 86 jenderal sudah diamankan'. Pesan terkait hitung cepat yang seolah-olah dikeluarkan Charta Politika.
 
Akibat penyebaran itu Yunarto kerap mendapat pesan dari orang tak dikenal. Bahkan beberapa sempat meneror.
 
"Ada yang bilang saya mau dilaknat, ada yang bilang bakal diserang sniper," beber dia.
 
Yunarto mengaku isu ini sebetulnya sudah terjadi sebelum Pemilu berlangsung pada 17 April 2019. Kala itu lembaga survei merilis elektabilitas calon presiden-wakil presiden. Namun, isu mereda.
 
(Baca juga:Direktur Indikator Politik Laporkan Akun Penyebar Hoaks)
 
Setelah Pilpres dan lembaga survei mengeluarkan hasil hitung cepat termasuk Charta Politika, isu ini kembali mencuat. Yunarto menegaskan survei dan quick count adalah dua hal yang berbeda.
 
"Bahasan tentang survei dianggap jadi quick count yang diarahkan. Itu saja sudah enggak nyambung," tutur dia.
 
Sebelumnya, Yunarto telah melaporkan empat akun media sosial pada 15 April lalu. Namun, perampungan laporan tertunda lantaran ada bukti yang harus dibawa Yunarto. Hari ini, Yunarto merampungkan bukti sekaligus menambah laporan pada satu akun Facebook yang dituding ikut menyebarkan hoaks.
 
Kelima akun yang dilaporkan yakni: akun Twitter @silvy_Riau02, @sofia_ardani, @sarah_ahmad, akun Instagram @rif_opposite, dan akun Facebook bernama Ahmad Mukti Tomo.
 
Laporan Yunarto teregistrasi dengan nomor: LP/B/0382/IV/2019/BARESKRIM tanggal 14 April 2019. Kelima akun tersebut dilaporkan atas Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik melalui Media Elektronik Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 27 ayat (3) Jo 45 ayat (3), Pencemaran Nama Baik Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 310 KUHP, Fitnah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1047 tentang KUHP Pasal 311 KUHP.

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif