Direktur Riset Charta Politika Muslimin. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Direktur Riset Charta Politika Muslimin. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Figur Capres-Cawapres Penentu Masyarakat Memilih Caleg

Pemilu pileg pemilu serentak 2019
Fachri Audhia Hafiez • 12 Februari 2019 07:00
Jakarta: Pilihan masyarakat terhadap calon legislatif ternyata dipengaruhi oleh sosok capres-cawapres yang diusung oleh partai politik calon tersebut.
 
Dalam survei opini publik yang dilakukan Charta Politika Indonesia di seluruh daerah pemilihan DKI Jakarta mencatat, lebih dari 40 persen masyarakat yang melihat terlebih dahulu sosok capres-cawapres yang diusung oleh partai politik para calon legislatif.
 
Direktur Riset Charta Politika Indonesia, Muslimin mengatakan pada daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta 1, sebanyak 43,6 persen memilih caleg lantaran figur capres-cawapres.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Baru 29,3 persen memilih karena figur caleg pribadi. Disusul 9,4 persen karena parpol pengusung dan 17,8 tidak jawab atau tidak tahu," kata Muslimin di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 11 Februari 2019.
 
Kemudian Dapil DKI Jakarta 2, sebanyak 44,0 persen masyarakat juga memilih karena figur capres-cawapres. Sementara pilihan karena figur caleg 26,3 persen, karena parpol pengusung 14,6 persen dan sisanya tidak tahu atau tidak jawab.
 
Dapil DKI Jakarta 3 memilih karena sosok capres-cawapres yakni 46,8 persen. Sebanyak 30,3 persen memilih karena sosok caleg pribadi, dan 12,8 persen karena parpol sedangkan sisanya tidak menjawab.
 
Kondisi tidak jauh berbeda saat calon pemilih menentukan kertas suara mana yang akan dicoblos terlebih dahulu. Mayoritas masyarakat di tiga dapil itu mengutamakan mencari kertas suara capres-cawapres.
 
"Mereka cenderung tertarik dengan kertas suara presiden dan wakil presiden, dapil DKI Jakarta 1 sebanyak 65,2 persen, dapil DKI Jakarta 2, 79,4 persen, kemudian dapil DKI Jakarta 3 75,1 persen," ujar Muslimin.
 
Sementara kertas suara seperti calon DPD, DPR, DPRD I (provinsi), dan DPRD II (kabupaten) dikesampingkan dahulu oleh pemilih. Kertas suara tersebut tidak tembus perhatian pemilih hingga delapan persen.
 
"Kemudian masyarakat lebih tertarik mencoblos pada gambar partai politik. Tidak pada nama caleg ataupun mencoblos pada gambar serta nama caleg bersamaan," sebut Muslimin.
 
Hal ini tampak pada angka 41,8 persen masyarakat di dapil DKI Jakarta 1 lebih suka mencoblos gambar parpol. Kemudian dapil DKI Jakarta 2 dan 3, masing-masing 34,6 dan 36,0 persen.
 
Survei Charta Politika Indonesia dilakukan 18 hingga 25 Januari 2019. Survei dilakukan melalui tatap muka atau face to face interview dengan menggunakan kuesioner terstruktur terhadap 800 di setiap dapil di DKI Jakarta.
 
Margin of error dari survei di setiap daerah pemilihan kurang lebih 3,4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
 

(SCI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi