Acara doa bersama dengan ribuan prajurit TNI dan tokoh lintas agama. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Acara doa bersama dengan ribuan prajurit TNI dan tokoh lintas agama. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

TNI Gelar Doa Bersama Jelang Pemilu Serentak

Pemilu pemilu serentak 2019
Fachri Audhia Hafiez • 15 April 2019 22:23
Jakarta: Prajurit TNI beserta tokoh agama dan masyarakat menghadiri acara 'Doa Bersama Lintas Agama'. Doa bersama ini bertujuan untuk menyukseskan Pemilu Serentak 2019.
 
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, momen doa bersama untuk meningkatkan kekuatan dan keteguhan TNI dalam menjaga dan mengamankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Terlebih dalam pelaksanaan Pemilu Serentak 2019.
 
"Kita memohon juga agar pemilu serentak bisa berlangsung dengan aman damai lancar dan sukses. Kita juga bermunajat agar pemilu ini melahirkan pemimpin-pemimpin, wakil rakyat, wakil bangsa dan negara Indonesia menuju kejayaan sesuai cita-cita UUD 1945," kata Hadi dalam sambutannya, di Markas Besar (Mabes) TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 15 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hadi tak memungkiri ada perbedaan pandangan dalam pemilu. Tapi dia meminta perbedaan itu tak mengorbankan keutuhan bangsa.
 
"Kita tidak berharap perbedaan pandangan dan perbedaan pilihan politik akan mengorbankan persatuan dan kesatuan bangsa. Mengorbankan eksistensi NKRI yang sudah diperjuangkan selama ratusan tahun oleh pendahulu bangsa kita," tegas Hadi.
 
Hadi menegaskan, agar masyarakat tak meragukan netralitas TNI. Dia bilang, prajurit TNI turut berkomitmen menjamin keamanan rakyat untuk menyalurkan hak suaranya sebagai warga negara.
 
"Dalam pemilu ini TNI berkomitmen dengan netralitasnya dan TNI menjamin keamanan rakyat untuk menyalurkan hak pilihannya. Tetapi TNI hanyalah bagian dari rakyat dan rakyat secara luaslah yang menentukan keberhasilan Pemilu 2019," ujar Hadi.
 
Acara doa bersama turut diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar. Doa secara Islam dipimpin oleh Habib Nabiel Fuad Al Musawa, Protestan oleh Pendeta Manuel E Raintung, Katolik oleh Romo Yoseph Buntoro, Hindu oleh Bhiksu Pabhakaro Tera, Konghucu oleh Budi Santoso Tanuwibowo.
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif