Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Foto: Medcom.id/Cindy
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Foto: Medcom.id/Cindy

Hasto: Masyarakat Akan Menilai People Power Amien Rais

Pemilu pemilihan presiden pilpres 2019
Cindy • 02 April 2019 22:09
Jakarta: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) angkat bicara terkait pernyataan Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang ingin mengerahkan 'people power'. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyerahkan penilian atas hal tersebut ke masyarakat.
 
"Biar rakyat yang menilai mana pemimpin yang baik mana pemimpin yang mengobarkan kebencian," katanya di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 2 April 2019.
 
Menurutnya, pernyataan Amien Rais tak lagi efektif untuk menggerakan massa. Sebab publik dapat melihat perlakuan mendelegitimasi pemilu itu hanya untuk kepentingan personal. Sebab anak-anak Amien merupakan calon legislatif dari PAN.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada empat (anaknya). Jadi jangan sampai hal-hal yang sifatnya personal kemudian dibawa menjadi satu hal yang urusan kebangsaan," jelas Hasto.
 
Baca Juga:TKN Pesimistis Amien Rais Mampu Mewujudkan 'People Power'
 
Dia yakin dengan politik kebenaran dan politik putih yang diusung partainya dan Pasangan Calon (paslon) nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dapat meredakan isu-isu. Seperti 'people power' Amien Rais, ujaran kebencian, penyebaran berita bohong atau hoaks, konflik agama dan lainnya.
 
"Kami percaya bahwa hal-hal yang baik itu akan menang. Kami meyakini politik kebenaran karena Pak Jokowi Ma'ruf Amin orang baik," tandasnya.
 
Sebelumnya, Amien Rais sempat mengancam mengerahkan 'people power' ketimbang ke Mahkamah Konstitusi (MK), bila ada kecurangan pada Pemilu 2019. Amien menyebut mekanisme penyelesaian di MK sia-sia.
 
"Kalau nanti terjadi kecurangan, kita enggak akan ke MK. Enggak ada gunanya, tapi kita people power. people power sah!," ucap Amien, Minggu, 31 Maret 2019.
 
Sehari setelahnya Amien menjelaskan pernyataannya adalah bentuk terapi kejut. Ia meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperbaiki daftar pemilih tetap (DPT) yang dinilainya masih bermasalah.
 
"Saya mengambil cara katakanlah semacam terapi kejut. Siapa tahu ya, dengan mengatakan 'awas loh, kalau rakyat merasa ada pengibulan secara masif terukur dan sistematis, kesimpulannya bahwa election itu fraud(curang) enggak usah dipakai lagi," kata Amien Rais usai konferensi pers Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Hotel Ayyana Midplaza, Jakarta Pusat, Senin, 1 April 2019.
 


 

(ADN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif