Perilaku Paslon Memicu Tensi Politik
Ilustrasi. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay.
Jakarta: Perilaku kampanye pasangan calon presiden dan tim sukses dinilai menjadi salah satu penyebab meningkatnya tensi politik jelang Pemilu 2019. Semua pihak diminta tidak mengeluarkan diksi yang dapat memperkeruh suasana.
 
"Lontaran soal tampang Boyolali, lalu politik genderuwo, ini yang menaikkan suasana," kata Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini di Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu, 21 November 2018.
 
Selain itu, kata Titi, tensi politik meningkat karena pola kampanye yang mencari kesalahan masing-masing pasangan calon. Mereka juga saling lapor untuk menjatuhkan lawan.
 
"Jadi perilaku kampanye peserta pemilu ditangkap dengan cepat oleh politik stigma. Hal itu kemudian dipenetrasi ke pemilih untuk semakin memperkuat polarisasi," jelas Titi.
 
Selain dua hal itu, Titi juga menyoroti proses pemilu yang sedang berlangsung. Ia mencontohkan isu daftar pemilih tetap yang ditarik buat menjatuhkan salah satu pasangan calon.
 
"Lalu soal hak pilih disabilitas mental atau psycososial. itu kan tidak hanya dilihat sebagai proteksi atau perlindungan hak pilih warga negara," kata Titi.

Baca: Fadli Minta Politikus Tak Gunakan Diksi Provokatif


Di media sosial, isu hak pilih disabilitas mental dipolitisasi salah satu kubu pasangan calon. "Pada diskursus di media sosial ditarik sebagai yang seolah-olah dikapitalisasi untuk kepentingan salah satu calon," kata dia.
 
Netralitas penyelenggara pemilu juga dinilai berperan menaikkan tensi politik jelang pilpres. Titi mencontohkan isu mahar yang sempat menjerat calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno.
 
"Makin parah ketika isu ini di politisasi, kasus soal Bawaslu menyatakan mahar Rp500 miliar tidak bisa ditindaklanjuti. Hal itu diikuti (dengan kecaman) bahwa Bawaslu masuk angin," pungkas Titi.





(FZN)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id