Anggota LBH SIKAP, Wahyudi Sapta Putra menunjukkan salinan status media sosial yang dilaporkan ke Polda DIY. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Anggota LBH SIKAP, Wahyudi Sapta Putra menunjukkan salinan status media sosial yang dilaporkan ke Polda DIY. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Andi Arief Dilaporkan ke Polda DIY

Pemilu surat suara pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Ahmad Mustaqim • 04 Januari 2019 22:09
Yogyakarta: Akun media sosial politikus Partai Demokrat Andi Arief dilaporkan organisasi masyarakat sipil, Lembaga Bantuan Hukum dan Studi Kebijakan Publik (LBH SIKAP) Yogyakarta, ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarat, Jumat, 4 Januari 2019. Pelaporan ini terkait cuitan media sosial Andi, @AndiArief_ soal kabar tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos.
 
Anggota LBH SIKAP, Wahyudi Sapta Putra mengatakan pihaknya tak hanya melaporkan akun @AndiArief_. Dua akun media sosial lain yang dilaporkan ke polisi yakni @GHOSTHUNTER1745 dan @afrizalanoda.
 
"Akun ini menurut saya sangat merugikan dari persoalan-persoalan yang ada di masyarakat sekarang soal kabar 7 kontainer berisi surat suara tercoblos di Tanjung Priok," kata Wahyudi di Mapolda DIY, Jumat, 4 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Akun Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat tersebut mencuit dengan bunyi, "Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar." Cuitan itu tercatat pukul 20.05 WIB, Rabu, 2 Januari 2019. Belakangan, Andi diketahui menghapus cuitan itu.
 
Baca: Bawaslu Bantah Tudingan Andi Arief
 
Wahyudi mengatakan, laporan yang telah disampaikan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda DIY berkaitan dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Status Andi tersebut dianggap sebagai informasi bohong.
 
Wahyudi mendukung langkah kepolisian mengusut tuntas kebenaran informasi yang disampaikan tiga akun tersebut. "Kami mendukung kepolisian, KPU dan Bawaslu agar persoalan ini tidak kemana-mana, apalagi suasana politik saat ini sudah makin panas mendekati coblosan," kata dia.
 
Menurut dia, pelaporan ke Polda DIY sekaligus memberi pelajaran kepada pemilik akun. Meskipun, akun Andi juga telah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri.
 
Andi Arief Dilaporkan ke Polda DIY
Anggota LBH SIKAP Wahyudi Sapta Putra (Kanan) & Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto. Foto: Dok/Istimewa
 
Ia berharap tak ada lagi pihak lain yang meniru atau bertindak menyebarkan informasi bohong. "Ini semoga jadi pembelajaran juga bagi masyarakat di Yogyakarta," ungkapnya.
 
Baca: Demokrat Bela Andi Arief
 
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto yang mendampingi pelaporan tersebut mengatakan, pemerintah berkomitmen mewujudkan pemilu yang gembira, bermartabat sekaligus berbudaya. Sementara penyebaran hoaks adanya tujuh kontainer kertas suara yang tercoblos
telah menodai kegembiraan di hati rakyat dalam menyambut pemilu.
 
"Pertama kita memberikan dukungan penuh pihak Kepolisian Republik Indonesia mengungkap sekaligus menangkap para pelakunya baik yang memproduksi maupun yang menyebarluaskan," ujar Eko.
 
Politikus muda itu juga mengajak masyarakat mendukung KPU dan Bawaslu agar bisa menyelenggarakan pemilu dengan baik dan berintegritas.
 
"Hoaks kali ini bukan yang pertama. Kasus Ratna Sarumpaet yang akhirnya juga terungkap dan diproses secara hukum. Hari ini soal hoaks surat suara. Padahal KPU baru memproses foto-foto pasangan capres dan cawapres. Sementara surat suaranya belum dibuat, tiba-tiba ada 7 kontainer surat suara sudah dicoblos. Saya kira ini merugikan, tidak hanya pasangan Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin tapi juga merugikan seluruh rakyat Indonesia," urai alumni UGM ini.
 
Ia berharap Kepolisian Indonesia tanpa pandang bulu mengusut tuntas kasus hoaks tersebut.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif