Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Raja Juli Antoni. MI/Ramdani.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Raja Juli Antoni. MI/Ramdani.

TKN: Kubu Prabowo-Sandiaga Terlalu Paranoid

Pemilu Sidang Sengketa Pilpres 2019
Candra Yuri Nuralam • 16 Juni 2019 19:13
Jakarta: Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Raja Juli Antoni menilai kubu Prabowo terlalu paranoid. Kubu Prabowo dinilai hanya berkhayal tentang adanya ancaman.
 
"BW misalkan mengatakan bahwa mereka dihalang-halangi menuju MK, padahal memang banyak ruas jalan yang ditutup karena kerusuhan Bawaslu akibat demonstrasi pendukung 02," kata Antoni di Jakarta, Minggu, 16 Juni 2019.
 
Baca: Gugatan Prabowo-Sandiaga Dinilai Lemah

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Antoni menilai kubu pasangan Prabowo-Sandiaga berhalusinasi tentang klaim ancaman itu. Ia yakin mereka hanya paranoid akan sesuatu yang tak pernah ada.
 
"Mereka sedang membangun narasi bahwa mereka punya banyak saksi yang 'wow' dan terancam keselamatan mereka. Ini omong kosong saja," tegas Raja.
 
Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu menilai kasus ancaman terhadap kubu Prabowo sangat mustahil terjadi. Apalagi, sosok yang ada di balik pasangan nomor urut 02 itu bukan orang biasa.
 
"Kita hidup di negara demokratis. Hampir tidak ada penculikan, tindak kekerasan, intimidasi dan sebagainya seperti yang terjadi pada masa mertua Pak Prabowo memimpin negeri ini," tutur Antoni.
 
Antoni menghormati keputusan kubu Prabowo meminta bantuan hukum kepada LPSK. Sebagai warga negara, kubu Prabowo-Sandiaga berhak mengajukan permohonan itu.
 
Antoni juga enggan menghalangi upaya kubu Prabowo meminta bantuan. Dia tidak ingin, timbul narasi tuduhan lain jika menghalangi keinginan kubu Prabowo.
 
"Jangan sampai tim hukum 02 kembali membangun imaginasi bahwa LPSK tidak netral atau malah mendukung 01. Persepsi ini yang secara konsiten dari dulu dijual oleh BPN, Prabowo kalah karena dicurangi. Padahal memang kalah saja," kata Sekjen Partai Solidaritas Indonesia itu.
 
Sebelumnya, Tim kuasa hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyambangi Kantor LPSK. Hal itu terkait perlindungan saksi yang akan dihadirkan dalam sidang pembuktian sengketa Pilpres 2019 di MK.
 
Baca: LPSK Tak Bisa Berikan Perlindungan Saksi Sengketa Pilpres
 
Kubu Prabowo ingin ada jaminan perlindungan saksi dan saksi ahli yang akan dihadirkan di persidangan. Hal ini agar para saksi yang dihadirkan tidak mendapatkan intimidasi dari pihak tertentu yang dapat memengaruhi keterangan mereka saat sidang nanti.
 
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) belum bisa memastikan mengabulkan permohonan perlindungan saksi dari tim kuasa hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tidak mengatur perlindungan saksi terhadap sengketa pemilu.
 
LPSK belum bisa memastikan apakah memberikan perlindungan hukum kepada saksi sengketa pilpres. Untuk kasus ini, masih perlu didiskusikan lebih lanjut dengan Mahkamah Konstitusi (MK).
 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif