KPU Siap Hadapi OSO di PTUN
Ilustrasi. Gedung KPU RI MTVN Fachri
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) siap menghadapi gugatan Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait sengketa daftar calon tetap (DCT) anggota DPD. KPU hingga kini tak memasukan nama OSO sebagai caleg DPD. 

"Kita ikuti proses persidangan di PTUN-nya. Sampai hari ini yang bersangkutan dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh KPU," kata Ketua KPU Arief Budiman di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 12 Oktober 2018. 


Keputusan KPU tak memasukan nama OSO ke dalam DCT anggota DPD merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang melarang pengurus parpol maju sebagai caleg DPD. Keputusan KPU ini juga diperkuat oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menolak dua gugatan yang diajukan OSO. 

"Kalau nanti tidak ada upaya hukum banding, ya sudah stop di sini. Berarti final dinyatakan TMS. Tetapi kalau ada upaya banding, kita tunggu putusan PTUN-nya," imbuh Arief.

(Baca: Bawaslu Kembali Tolak Gugatan OSO)

Arief yakin sengketa ini tidak akan menganggu tahapan pemilu meskipun nantinya OSO kembali melanjutkan perkara ini ke PTUN. Hal ini lantaran jadwal tahapan pemilu sudah memberi waktu yang cukup terhadap proses sengketa hingga tahap banding. 

"Sepanjang mengikuti kerangka hukum pemilu (jadwal tahapan), maka tidak akan mengganggu tahapan," tutur Arief. 

Sebelumnya, Bawaslu memutuskan menolak dua gugatan yang diajukan OSO, baik gugatan dugaan pelanggaran administratif yang dilakukan KPU terkait penambahan aturan syarat pengunduran diri dari pengurus parpol bagi caleg DPD maupun gugatan terkait sengketa DCT. Atas putusan itu, kubu OSO berniat melanjutkan perkara ini ke PTUN.



(JMS)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id