Ketua KPU Arief Budiman. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Ketua KPU Arief Budiman. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

KPU Bantah Bocorkan Pertanyaan Debat

Pemilu debat capres cawapres pilpres 2019
Faisal Abdalla • 08 Januari 2019 07:35
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan memberikan kisi-kisi pertanyaan debat Pilpres 2019 kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden. Pemberian kisi-kisi dimaksudkan agar diskusi dalam debat bersifat substantif.
 
"Kami tidak ingin ada paslon yang istilahnya dipermalukan atau diserang karena persoalan-persoalan atau pertanyaan-pertanyaan yang sangat-sangat teknis tetapi tidak substantif," kata Ketua KPU, Arief Budiman di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 7 Januari 2019.
 
Arief berkaca pada debat-debat sebelumnya di mana paslon kerap mengajukan pertanyaan kepada lawan, namun tujuannya hanya untuk menyerang. Padahal substansi dari debat publik pilpres adalah metode kampanye di mana paslon diminta menyampaikan gagasan dan visi-misi kepada masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, dalam debat tak semua pertanyaan sudah disampaikan kisi-kisinya. Dalam debat terdapat dua sesi di mana paslon saling bertanya dan menanggapi.
 
(Baca juga:BPN Sebut Bocoran Debat Kesepakatan Bersama)
 
Pada sesi pertanyaan tertutup ini, masing-masing paslon tak mengetahui pertanyaan yang akan diberikan oleh paslon lainnya. "Jadi, harapan publik terkait dengan pertanyaan yang tertutup itu masih disajikan dan masih tersedia di dalam debat ini," ungkap Arief.
 
Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, menegaskan keputusan pemberian kisi-kisi pertanyaan sebelum debat sudah disepakati oleh tim kampanye kedua paslon. Dia tidak sepakat dengan istilah 'pembocoran soal' sebab kisi-kisi dikirimkan kepada paslon secara resmi.
 
"Kita berembuk dengan tim kampanye dan sama menyepakati format abstraksi soal dari tim panelis dibertahukan resmi kepada paslon. Jadi tidak ada istilah pembocoran. Kami bekerja dilandasi kejujuran dan transparan begini format yang dipilih bersama," tegas Wahyu.
 
(Baca juga:Fadli: Debat Pilpres Tak Asyik)

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif