Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas H Pareira. (Foto: MI/Mohamad Irfan)
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas H Pareira. (Foto: MI/Mohamad Irfan)

Survei Litbang Kompas Pecut Kinerja Kader

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Whisnu Mardiansyah • 21 Maret 2019 11:03
Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Andreas Hugo Pareira menyebut kendati hasil survei Litbang Kompas menimbulkan polemik, pihaknya tetap waspada. Survei ini mendorong para kader untuk bekerja lebih keras memperlebar jarak suara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
 
"Tentu survei ini menimbulkan diskursus dan polemik, tetapi apa pun hasilnya, ini perlu dilihat sebagai peluang sekaligus tantangan bagi kandidat capres dan parpol peserta pemilu menuju 17 April 2019," kata Andreas di Jakarta, Kamis 21 Maret 2019.
 
Bagi PDIP, kata Andreas, hasil survei ini bak dua sisi mata uang. Menggembirakan karena pasangan 01 dan PDIP masih unggul secara elektabilitas. Namun di sisi lain menjadi peringatan elektabitas antara kedua pasangan calon.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hasil survei Kompas ini menggembirakan sekaligus tantangan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan performa kerja kader baik untuk pilpres maupun pileg," jelas Andreas.
 
Ia meminta kader tak patah arang untuk terus mengampanyekan pasangan Jokowi-Ma'ruf. Sebab secara otomatis elektabilitas pasangan 01 akan mendongkrak suara PDIP berkat efek ekor jas.
 
Baca juga:TKN Tanggapi Positif Hasil Survei Litbang Kompas
 
"Tidak bisa dipungkiri bahwa coat tail effect berperan penting meningkatkan elektabilitas partai, karena ini pun merupakan konsekuensi logis dari hubungan emosional antara partai dan kadernya," kata dia.
 
Survei terbaru yang dilakukan Litbang Kompas pada 22 Februari 2019-5 Maret 2019 menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf menurun. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 49,7 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 37,4 persen dan 13,4 persen responden menyatakan rahasia.
 
Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak melalui pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di Indonesia, dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error sekitar 2,2 persen.
 
Peneliti Litbang Kompas, Bambang Setiawan menuliskan, jarak elektabilitas kedua pasangan calon semakin menyempit, 11,8 persen. Padahal, pada survei Litbang Kompas sebelumnya, Oktober 2018, perolehan suara keduanya masih berjarak 19,9 persen. Saat itu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 52,6 persen, Prabowo-Sandiaga 32,7 persen, dan 14,7 responden menyatakan rahasia.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif