Pemerhati Pendidikan Doni Koesoema A - Metro TV.
Pemerhati Pendidikan Doni Koesoema A - Metro TV.

Jalan Terjal Prabowo-Sandi Menghapus UN

Pemilu debat capres cawapres pilpres 2019
Achmad Zulfikar Fazli • 21 Maret 2019 19:49
Jakarta: Calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dinilai tidak akan mudah menghapus ujian nasional (UN). Sebab, hal itu sudah diatur dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).
 
Pemerhati Pendidikan Doni Koesoema A mengatakan Prabowo-Sandi harus terlebih dahulu merevisi UU Sisdiknas bila ingin menghapus UN. Revisi ini tentu akan memakan waktu lama mengingat harus lewat mekanisme politik di DPR.
 
"Ini kalau mau dihapuskan harus konsultasi dengan parlemen untuk mengubah UU Sidiknas. Jadi tidak mungkin (menghapus UN jadi) janji 100 hari karena kinerja parlemen kita sangat lambat," kata Doni dalam diskusi Kedai Kopi di Resto Ajag Ijig, Juanda, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Doni mengapresiasi wacana penghapusan UN itu. Wacana itu dinilai baik untuk pendidikan murid.
 
Menurut dia, wacana ini sempat dikemukakan Presiden Joko Widodo pada 2014, tapi gagal. Alih-alih menghapus UN, pemerintah justru menambah ujian untuk siswa dengan menerapkan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN)
 
(Baca juga:Wapres: Bahaya Jika Ujian Nasional Dihapus)
 
"Jadi saya mengapresiasi (kalau) UN dihapuskan, bukan karena mahal, tapi (berpengaruh kepada) psikis dan semangat belajarnya," ujar dia.
 
Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno sebelumnya menjanjikan penghapusan UN, jika dirinya dan Prabowo terpilih. Sebagai gantinya, ia telah menyiapkan sebuah program minat dan bakat.
 
"Ujian Nasional akan kami hapuskan. Ujian Nasional ini adalah sumber biaya tertinggi bagi sistem pendidikan. Gantinya, kami akan membentuk penelurusan minat dan bakat," kata Sandi dalam debat di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 17 Maret 2019.
 
Sandi memaparkan program ini akan aplikatif bagi peserta didik. Mereka akan diarahkan ke minat yang sesuai dengan kemampuan.
 
"Untuk anak-anak, Ujian Nasional ini tidak adil. Maka, kami akan membuat sistem pendidikan menjadi adil," tutur Sandi.

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif