Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.

Perkubuan dalam Pemilu Dinilai Tak Berujung Konflik

Pemilu pileg pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Achmad Zulfikar Fazli • 16 April 2019 15:51
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai wajar adanya perkubuan menjelang pemilihan umum (pemilu). Namun, dia meyakini perkubuan itu tak akan menyebabkan konflik.
 
"Kalau menjelang pemilu, pasti orang terbelah, kalau bersatu bukan pemilu namanya, jadi akan memilih masing-masing, tidak akan menyebabkan terbelah dalam hal pilihan tapi tidak akan menyebabkan konflik," ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 16 April 2019.
 
JK juga yakin tak akan ada kerusuhan pascapemilu. Begitu pemilu berakhir, masing-masing kubu yang bertentangan akan kembali menyatu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


JK berkaca hal tersebut pada pemilu sebelumnya. Baik era orde baru (orba) maupun era reformasi yang sudah berlangsung sebanyak empat kali. Semua berjalan aman dan damai.
 
"Hari H pemilu itu memang orang berbeda pilihan tapi beberapa hari kemudian orang akan kembali rukun seperti biasa keluarga akan kembali lagi, dan itulah sifat kita yang dihormati dan dipuji oleh banyak negara," ucap dia.
 
Baca juga:Pengacau Pemilu Terancam Ditembak di Tempat
 
Pemilu di Indonesia, kata dia, tak seperti negara lain yang membawa konflik berkepanjangan. Hal itu tak pernah terjadi di Indonesia.
 
Dia mencontohkan koalisi partai politik. Saat pemilu koalisi terpecah, namun begitu hasil pemilu keluar sebagian besar partai politik akan bergabung dan menerima pemerintahan yang sah.
 
"Di pemerintahan berbeda partai-partai itu mungkin puluhan, tapi setelah diajak masuk ke pemerintahan juga kemudian semua sebagian besar menerima apa adanya dan kembali lagi bersatu," jelas dia.
 
Di sisi lain, dia sepakat perlu ada contoh dari elite untuk meredam konflik pascapemilu. Hal itu, menurut dia, sudah diperlihatkan dari para calon pemimpin saat debat calon presiden dan calon wakil presiden.
 
"Elite itu karena lihat sendiri, setelah debat keras langsung peluk-pelukan antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo, Sandi dengan Kiai Ma'ruf peluk-pelukan ngobrol lagi, tidak ada rasa sentimen. Itu bagus sekali menjadi contoh kepada seluruh masyarakat," kata dia.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif