Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal.

MPR RI Harapkan Gesekan Pasca Pemilu Reda

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Ilham Pratama Putra • 28 April 2019 03:33
Jakarta: Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI ajak masyarakat Kecamatan Pringapus, Jawa Tengah untuk meredam suasana panas setelah Pemilu 2019. Permintaan MPR ini disampaikan lewat gelaran Seni Budaya Tradisional Wayang Kulit.
 
Pada kesempatan tersebut Anggota MPR RI Fraksi Partai NasDem daerah pemilihan Jawa Tengah I H. Fadholi mengharapkan gesekan di tengah masyarakat bisa hilang. Perbedaan pilihan pada pemilu lalu harus disingkirkan.
 
"Gesekan itu seperti yang disebabkan persaingan dalam pemilihan kepala desa beberapa waktu lalu, maupun akibat beda pilihan dalam Pemilu serentak pada 17 April 2019, agar jangan terus berlanjut," kata Fadholi seperti dilansir Antara, Minggu 28 April.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fadholi mengatakan perbedaan pilihan adalah hal biasa dalam berdemokrasi. Karenanya masyarakat diminta merajut kembali persatuan dan kesatuan dengan tujuan untuk kemajuan bangsa.
 
Sementara itu, Kepala Biro Humas Sekjen MPR Siti Fauziah menjelaskan MPR diberi amanat oleh undang-undang untuk melaksanakan sosialisasi perdamaian. Dia mengatakan seni budaya wayang kulit merupakan salah satu cara agar pesan perdamaian lebih mudah diterima masyarakat.
 
"MPR memilih seni budaya sebagai salah satu metode sosialisasi. Karena seni budaya tradisional sangat digemari masyarakat. Karena seni budaya sangat digemari maka kita angkat," kata Siti.
 
Sejauh ini, pemilu 2019 masih dinilai aman. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan tidak ditemukan kerusuhan pada pesta demokrasi tahun ini.
 
"Kita bersyukur bahwa yang dulu diisukan adanya kerusuhan, hal-hal yang mengganggu keamanan pelaksanaan pemilu ternyata tidak terjadi pada saat pelaksanaan pemilu," ujarnya di Jakarta Rabu 24, April 2019.
 
Namun, bagi Wiranto, tugas belum usai. Dia menyebut akan semua pihak harus terus mengawal segala proses pemilu hingga hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu, 22 Mei 2019.
 
"Apa yang harus kita lakukan untuk bisa menjaga agar pemilu damai. Kita akan membahas banyak hal tentang hoaks, tuduhan-tuduhan tentang adanya konspirasi-konspirasi pemilu dan sebagainya," ungkap Wiranto.
 

(BOW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif