Wakil Presiden jusuf Kalla - Medcom.id/Dheri Agriesta.
Wakil Presiden jusuf Kalla - Medcom.id/Dheri Agriesta.

Pesan JK ke Warga Jabar, Jokowi Tak Otoriter

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Achmad Zulfikar Fazli • 17 Maret 2019 18:55
Bandung: Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 hanya akan diikuti dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Masyarakat diminta tidak salah dalam memilih pemimpin untuk lima tahun ke depan.
 
"Saya tahu Jawa Barat ini sangat dinamis, pemilihnya sangat besar, tentu mempunyai pilihan-pilihan yang baik. Dan apa pun pilihannya tentu harus dihormati. Tapi, dalam memilih itu ialah melihat ke depan," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla, Minggu, 17 Maret 2019.
 
Menurut JK mobilitas masyarakat sangat tinggi. Pemerintah sudah berupaya mengatasi itu dengan membangun sejumlah infrastruktur, seperti tol serta moda transportasi massal light rail transit (LRT).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu juga suatu hal yang menjadi bagian dari upaya kita semuanya untuk memajukan bangsa ini sehingga tidak ada daerah di Indonesia yang akan ketinggalan. Begitu juga kebutuhan lainnya," ujar dia.
 
JK mengaku tak mau membahas satu per satu calon presiden dan wakil presiden yang akan bertarung, yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
 
(Baca juga:Jokowi: Pilih Pemimpin Negara Jangan Coba-Coba)
 
Hanya, dia sedikit membagikan pengalamannya selama empat tahun bersama Jokowi memimpin pemerintahan. Jokowi, kata dia, merupakan sosok pemimpin yang tidak otoriter dan nepotisme.
 
Sosok pemimpin seperti yang diharapkan semua negara. Sebab, sikap otoriter maupun nepotisme bisa membuat negara menjadi pecah dan jatuh seperti zaman Presiden ke-2 RI Soeharto.
 
"Saya percaya Pak Jokowi tidak punya minat untuk otoriter," kata dia.
 
Dia punya alasan menyebut Jokowi tak otoriter. Hal itu dibuktikan dengan setiap keputusan selalu diambil secara bersama-sama melalui rapat.
 
"Kalau seorang diktator, otoriter pasti ambil keputusan pukul meja untuk dan itu keputusannya. Kalau Pak Jokowi tidak," beber dia.
 
Jokowi juga tak pernah melibatkan keluarga dan koleganya untuk terlibat dalam proyek-proyek pemerintah. Dua putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka sukses dengan usahanya berjualan martabak, sedangkan Kaesang Pangareb bisnis pisang goreng.
 
"Jadi itu saja yang saya ingin sampaikan, mengenai Pemilu ya. Kalau yang lain tentu saya tidak ingin komentari. Tapi yang saya komentari yang saya tahu. Dan itu tentu akan mempunyai arti yang besar dalam kemajuan bangsa ini," pungkas dia.

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif