Cawapres nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin menghadiri istigasah Qubro di Pamekasan, Jawa Timur. Foto: Dok/Istimewa
Cawapres nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin menghadiri istigasah Qubro di Pamekasan, Jawa Timur. Foto: Dok/Istimewa

Dukungan Warga Madura Semakin Menguat ke Kiai Ma'ruf

Pemilu debat capres cawapres maruf amin
20 Maret 2019 01:09
Jakarta: Performa apik Cawapres Ma'ruf Amin dalam debat ketiga Pilpres 2019 mengubah peta dukungan. Di antaranya, peta dukungan di Madura.
 
Selama ini masyarakat Madura diklaim pendukung paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga. Kini dukungan itu berbalik arah. Masyarakat Madura yang notabene nahdiyin justru menyatakan mendukung paslon 01 terutama karena figur K.H. Ma'ruf Amin.
 
Itu terlihat saat Kiai Ma'ruf menyapa masyarakat Sumenep, Selasa, 19 Maret siang. Dalam kunjungannya itu, mantan Rais Aam PBNU disambut ribuan orang. Massa menyambut cawapres Jokowi itu dengan bersalawat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Usai menyambangi warga Sumenep, Kiai Ma'ruf bergeser ke Pamekasan untuk menghadiri Istigasah Qubro. Di Pamekasan, puluhan ribu orang pun menanti kehadiran Kiai Ma'ruf.
 
Putra Kiai Ma'ruf, Ahmad Syauqi Ma'ruf Amin mengaku lega, dukungan terhadap Kiai Ma'ruf Amin semakin menguat di Pulau Garam. Menurut Gus Syauqi, panggilan karibnya, dukungan dari masyarakat Madura sangat dibutuhkan mengingat mayoritas warga adalah nahdiyin.
 
"Alhamdulillah, warga NU di Madura semakin mantap mendukung 01. Dan, sudah seharusnya warga NU mendukung orang NU," ujar Syauqi, Selasa, 19 Maret 2019.
 
Menguatnya dukungan terhadap Kiai Ma'ruf, kata dia, tak lain karena penampilan apik saat debat cawapres, Minggu 17 Maret lalu. Penampilan Kiai Ma'ruf memukau banyak pihak.
 
"Kita sebagai orang NU tidak boleh meragukan kapasitas dan kualitas para ulama dan kiai. Yakinlah mereka mampu," kata dia.
 
Direktur Master C19 Portal KMA Doddy Dwi Nugroho menambahkan, dukungan terhadap Kiai Ma'ruf menguat bukan hanya di Madura. "Kami yakin, di sejumlah daerah pun sama," kata Doddy.
 
Penyebabnya kata Doddy, karena selama ini banyak orang meragukan kapasitas Kiai Ma'ruf dalam mengurus negara.
 
"Selama ini, banyak yang beranggapan bahwa Kiai Ma'ruf itu ulama yang bisanya mengurus umat. Alhamdulillah sekarang masyarakat sudah tahu kalau Kiai Ma'ruf juga cakap menjadi umara (pemimpin)," kata Doddy.
 

(MBM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif