Hasil Survei Jadi Motivasi Kubu Jokowi-Maruf
Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin--Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Jakarta:Kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin tak terlena atas survei elektabilitas lembaga-lembaga survei jelang pemilihan presiden 2019. Hasil survei hanya dianggap sebagai motivasi.

"Jangan sampai kita: ya sudah lah, seperti kata survei (elektabilitasnya)," kata Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin di Ancol, Jakarta Utara, 8 November 2018.


Menurutnya, elektabilitas berdasarkan survei memang merupakan kondisi aktual terhadap responden kuisioner. Penting, namun tidak bisa dijadikan patokan. Karena tak mencakup seluruh masyarakat Indonesia.

Kesimpulannya, Ma'ruf menyebut hal itu sebagai dasar untuk menggenjot elektabilitas. "Hanya semacam informasi yang harus diolah lagi," imbuhnya.

Baca: Survei: Jokowi-Ma'ruf Unggul

Ma'ruf mengatakan pihaknya akan menjadikan survei sebagai perhatian, untuk merumuskan antisipasi. Misalnya Jokowi-Ma'ruf kalah di daerah A, maka kampanye dan sosialisasi program harus digenjot di wilayah itu. "Pastilah, pokoknya survei sumber informasi yang harus diolah," tegas Ma'ruf.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sempat menyinggung soal survei pada pembekalan caleg Hanura. Ia meminta para kader partai tak menjadikan survei sebagai patokan. "Jangan sampai silau dengan survei-survei, berita-berita," kata Jokowi.

Ia mencontohkan saat Pilkada Kota Solo di 2004. Saat itu Jokowi hanya dipilih oleh 34 responden survei. Namun akhirnya dia menjadi Walikota Solo.

Prinsipnya, kata Jokowi, bagaimana pendekatan ke masyarakat dilakukan secara harfiah. Mendekat artinya meniadakan jarak, jarak antara calon pemimpin dengan rakyat. "Itu juga yang saya lakukan di Jakarta. Sudah ini buka-bukaan. Jakarta siapa yang tahu saya," ujar Jokowi.



(YDH)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id