KPU Diminta Patuhi Putusan MK
Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramadhanil. Medcom.id/Arga Sumantri.
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta konsisten mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal pencalonan Oesman Sapta Odang (OSO). Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramadhanil menilai mengikuti putusan MK merupakan menjalankan amanah konstitusi.

"Putusan MK itu menilai sebuah konstitusionalitas undang-undang. Dan KPU bertugas melaksanakan pemilu sesuai undang-undang," kaya Fadli di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu 18 November 2018.


Menurut Fadli, KPU juga akan turut serta menjaga muruah DPD dengan tetap mengikuti putusan MK. KPU dinilai akan keliru jika mengikuti putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan gugatan OSO. Sebab, putusan itu dianggap hanya bicara kepentingan individu.

"KPU paling pas melaksanakan putusan MK, bukan tidak menghormati putusan MA dan PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara)," jelasnya.

Mahkamah Agung (MA) mengabulkan gugatan OSO soal syarat pencalonan anggota DPD yang harus mundur dari partai politik. Ketua Umum Hanura itu juga menang dalam sengketa pencoretannya sebagai bacaleg DPD di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. 

Dengan begitu, OSO masih bisa mencalonkan diri sebagai anggota DPD meski menjabat pengurus partai politik. Ini bertentangan dengan MK yang  memutuskan Anggota DPD dilarang menjadi pengurus partai politik. 

Artinya, semua bakal calon anggota DPD harus mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pengurus maupun fungsionaris partai saat mendaftar ke KPU. Putusan itu berlaku setelah MK mengabulkan gugatan permohonan uji materi Pasal 182 huruf l frasa pekerjaan lain pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, pads Juli 2018. MK menilai aturan itu  bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945. 



(DRI)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id