Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin. Medcom.id/ M Sholahadhin Azhar
Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin. Medcom.id/ M Sholahadhin Azhar

Ma'ruf: Pemerintah tak Bisa Utang Tanpa DPR

Pemilu utang luar negeri
M Sholahadhin Azhar • 02 Februari 2019 03:21
Jakarta: Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengatakan urusan utang adalah tanggung jawab bersama. Menyalahkan presiden dan kabinet soal utang, berarti menutup mata terhadap peran DPR.
 
"Utang memang dibolehkan UU yang bikin DPR, yang menentukan besarnya dan bolehnya itu ada aturannya yang menentukan DPR," ujar Ma'ruf di Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat malam, 1 Februari 2019.
 
Atas dasar itu, ia meminta pihak yang mengolok soal utang berkaca apakah sedang duduk di kursi senator atau tidak. Sebab jika iya, mereka pula yang menyetujui pinjaman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Jawaban Sri Mulyani atas Tuduhan Prabowo
 
Dalam utang sendiri, tak ada aturan yang dilanggar. Di ajaran Islam hal itu juga diperbolehkan. Setiap orang memiliki pinjaman dan hal tersebut wajar.
 
"Yang tidak boleh yang membahayakan yang menghilangkan kedaulatan kita," kata dia.
 
Lebih lanjut, Ma'ruf bicara tentang detail utang Indonesia. Menurut dia ratio pinjaman Indonesia lebih baik jika dibandingkan negara lain. Sebab negara tak mungkin meminjam di luar batas kemampuan.
 
"Masih lebih sehat dibanding Amerika, Turki, dibanding Jepang dan masih rasio utang itu masih jauh di batas maksimum," ujar dia.
 
Baca: Utang Tak Bisa Dielakkan
 
Ma'ruf heran masih ada saja narasi yang menjatuhkan. Bahkan menyasar sesuatu yang wajar dilakukan. Ia lantas menyinggung ucapan Prabowo Subianto soal negara bubar.
 
"Negara dibangun dengan darah air mata susah payah kok bubar, kemaren ada bilang punah Indonesia punah, memangnya purba kala dinosaurus apa. Ini kita harus menyampaikan secara santun," sebut dia.
 


 

(BOW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi