Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief (tengah). Foto: Antara/Muhammad Adimaja.
Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief (tengah). Foto: Antara/Muhammad Adimaja.

SBY Diminta Tegur Andi Arief

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf Prabowo-Sandi
09 Januari 2019 08:43
Jakarta: Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Irvan Pulungan, meminta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menegur kadernya, Andi Arief, jika terbukti menyebarkan hoaks.
 
Sebelumnya, anggota TKN Hendra Setiawan telah melaporkan Andi Arief yang saat ini berstatus Wakil Sekjen Partai Demokrat ke Bareskrim Mabes Polri atas cuitan hoaks di media sosial Twitter soal adanya tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos untuk memenangkan pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.
 
"Saya meminta Pak SBY dapat menegur dengan keras kadernya karena telah menyebarkan hoaks," kata Irvan dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 9 Desember 2019.
 
Irvan menegaskan teguran itu harus dilakukan untuk membersihkan nama Jokowi-Ma'ruf Amin yang tercemar akibat hoaks.
 
"Jangan sampai yang bersangkutan malah dijadikan pahlawan demokrasi karena menyebarkan informasi kepada publik karena informasi yang diberikan itu semuanya bohong," tegasnya.
 
Sementara itu, dalam pemeriksaan kemarin, pelapor Hendra Setiawan mengungkapkan dirinya dicecar 20 pertanyaan oleh penyidik.

Baca: TKN: Andi Arief Cari Sensasi

Pertanyaan tersebut terkait dengan indikasi kerugian politik yang diderita pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Hendra juga meminta penyi-dik memeriksa keaslian cicitan yang dilakukan akun Andi Arief.
 
"Ada 20 pertanyaan seputar kerugian yang diderita pasangan yang kami dukung. Kami menegaskan hoaks itu sudah sangat merugikan, sudah menjadi viral, dan sebagian masyarakat sudah percaya, padahal kami tidak melakukan seperti yang dituduhkan oleh akun Twitter itu," tandasnya.
 
Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik mengatakan Andi Arief dikenal sejak muda sebagai aktivis yang tak gentar menyuarakan kebenaran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?




 
(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi