Isu Islam Tak Efektif Gaet Pemilih Muslim
Joko Widodo (kiri) dan Prabowo Subianto. Foto: Antara/Widodo S Jusuf
Jakarta: Pemilih muslim disebut tak terpengaruh dengan isu Islam yang dibuat peserta Pemilihan Presiden 2019. Isu Islam, kata dia, hanya menjaring sekitar dua sampai empat persen pemilih muslim. 

"Masyarakat yang menjadikan Islam sebagai basis identitas untuk pola pemilihan itu saya kira sangat kecil," kata pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ali Munhanif, di sela diskusi bertajuk 'Menggaet Pemilih Muslim' di Slipi, Jakarta Barat, Kamis, 22 November 2018. 


Jadi, lanjut dia, keliru jika dua pasangan presiden, yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, terus berkutat pada isu keagamaan, terutama Islam.

"Keduanya (Jokowi dan Prabwoo) saya kira terbelenggu oleh perasaan keinginan menjadikan Islam sebagai landasan menentukan pilihan, tapi nyatanya tidak begitu berguna," kata Ali.

Lagipula, kata dia, Jokowi sebagai petahana telah berhasil menunjukkan program yang dilakukan. Selain itu, Jokowi pun bisa mengemas program menjadi isu keberhasilannya. 

"Perbaikan infrastruktur, peningkatan ekonomi, kebijakan prorakyat melalui bantuan sosial, itu sebenarnya riil," jelasnya. 

Baca: Perang Gimik Tak Berfaedah

Meskipun begitu, lanjut Ali, kedua pasangan telah memiliki pemilih militan di kelompok Islam. Ini lantaran efek dari Pemilu 2014, Pilkada DKI 2017, dan dalam kampanye Pemilu 2019. 

"Pola pilihan yang militan itu menjadikan upaya untuk menambal atau memperberat bobot keislaman atau identitas kultural tidak begitu banyak berubah. Katakanlah hanya satu atau dua persen yang sangat mungkin," kata dia.





(UWA)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id