Bawaslu Minta Aksi 212 Tak Disusupi Kampanye
Anggota Bawaslu, Rahmat Bagja - MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta aksi reuni akbar 212 tak diselipi kampanye. Bawaslu tak segan menindak jika ada pihak yang memanfaatkan aksi tersebut untuk ajang kampanye. 

"Dilarang kampanye (di reuni 212). Baik kampanye capres, parpol, caleg dan calon anggota DPD semua tidak boleh," kata Anggota Bawaslu, Rahmat Bagja ketika dihubungi, Kamis, 29 November 2018. 


Bagja mengatakan pihaknya sudah menugaskan Bawaslu Provinsi DKI Jakarta untuk mengawasi jalannya reuni akbar 212. Jika ditemukan kegiatan yang mengarah kepada kampanye, Bawaslu akan menindaknya. 

Yang bisa dikategorikan kampanye adalah membawa atribut partai maupun peserta pemilu. Membawa atribut yang memuat citra diri peserta pemilu, ajakan untuk memilih paslon tertentu, hingga penyampaian visi misi. Selain itu, kampanye tagar juga dilarang diselipkan dalam aksi tersebut. 

Baca juga: Anies Akan Hadiri Reuni 212

"(Kampanye tagar) juga tidak bisa. Kalau yang gitu-gitu itu berarti mereka nanti izinnya untuk kampanye," imbuh Bagja. 

Lebih lanjut, Bagja mengatakan, kegiatan kampanye dilarang dalam aksi 212 lantaran izin kegiatan tersebut bukan izin kampanye. Selain itu, metode kampanye rapat umum juga baru bisa dilaksanakan 21 hari jelang berakhirnya masa kampanye. 

"Kami minta kepada bawaslu DKI Jakarta untuk menindak jika ada atau ada laporan pelanggaran atau (temuan) yang berbau kampanye. Jadi diharapkan itu tidak kampanye, karena mereka kan izinnya untuk menyampaikan pendapat, bukan izin buat kampanye," tandas Bagja.

Baca juga: Polisi Diminta Tolak Reuni Akbar 212
 



(REN)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id