Isu yang Membetot Perhatian Masyarakat Jelang Pilpres

Dian Ihsan Siregar 06 Desember 2018 16:34 WIB
pilpres 2019
Isu yang Membetot Perhatian Masyarakat Jelang Pilpres
Suasana diskusi LSI Denny JA di Graha Dua Rajawali, Ramawangun, Jakarta. Foto: Dian Ihsan/Medcom.id
Jakarta: LSI Denny JA mencatat ada enam isu yang sangat menarik perhatian masyarakat menjelang Pilpres 2019. Isu itu pun mendapatkan tanggapan positif maupun negatif dari masyarakat.

Isu pertama yakni pelaksanaan Asian Games 2018. Masyrakat mapun dunia internasional mengapresiasi keberhasilan pemerintah dalam menyelenggarakan Asian Games.


"Tingkat dikenal publik Asian Games itu 85,1 persen, tingkat kesukaan 96,5 persen dan tingkat ketidaksukaan hanya 0,6 persen," ungkap peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar di Graha Dua Rajawali, Ramawangun, Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018.

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke lokasi gempa dan tsunami di Palu juga menjadi isu hangat di masyarakat. Langkah Jokowi itu pun mendapat respons positif. "(masyarakat) 93,7 persen suka dan 2,7 persen tidak suka," ucap dia.

Respons baik juga ditunjukkan masyarakat terkait kunjungan Jokowi ke lokasi gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tingkat pengenalan masyarakat soal kunjungan Jokowi itu mencapai 67,9 persen dan 94,4 persen masyarakat menyukainya. Sedangkan, hanya 3 persen yang tidak suka.

Baca: Survei: Jokowi-Ma'ruf Unggul 20 Persen

Kasus berita bohong yang dilakukan aktivis Ratna Sarumpaet juga membetot perhatian masyarakat. Masyarakat yang mengetahui kabar itu mencapai 57,2 persen, dan sebagian besar 89,5 persen masyarakat tidak menyukainya. Hanya 3,7 persen yang suka dengan tindakan Ratna tersebut.

Kemudian, isu terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga menjadi isu seksi. Sebanyak 54,2 persen masyarakat mengetahui pemberitaan itu, dan mayoritas 84,3 persen tidak menyukainya. Sedangkan hanya 8,2 persen yang menyukainya.

Isu terakhir yakni pembakaran bendera HTI yang diketahui sebanyak 53,7 persen masyarakat. Sedangkan, sebesar 83,6 persen masyarakat tak menyukai tindakan itu dan 4,5 persen masyarakat menyukainya.

Survei ini dilakukan pada 10-19 November 2018, kepada 1.200 responden. Metode yang digunakan yakni multistage random sampling dengan wawancara melalui kuisioner dan tatap muka. Margin of error survei ini sebesar 2,9 persen.



(AZF)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id