Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane - Medcom.id/Dian Ihsan Siregar.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane - Medcom.id/Dian Ihsan Siregar.

IPW Minta Andi Arief Diproses Hukum

Pemilu pilpres 2019 hoax
Ilham Pratama Putra • 08 Januari 2019 08:08
Jakarta: Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mendesak Polri segera memproses Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief dan Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain. Keduanya dinilai ikut andil menyebarkan hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos lewat media sosial. 

Dia mempertanyakan sikap kepolisian yang belum memproses kedua orang itu. Pdahal, Neta menilai, peran keduanya sama dengan tiga tersangka yang sudah ditetapkan polisi yakni HY, LS dan J. 

"Apakah tersangkanya wong cilik maupun wong gede harus diproses hukum. Agar tidak ada diskriminasi, dan orang-oang gede tidak latah menjadi penyebar hoaks," kata Neta, Selasa, 8 Januari 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Dia meminta Polisi bertindak tegas. Neta khawatirkan jika tidak segera diproses akan muncul kegaduhan di masyarakat.  (Baca juga: Polisi Diminta Profesional Usut Kasus Hoaks Surat Suara)

"Agar tidak ada hoaks terjadi kecurangan dalam proses pemilu, setelah perhitungan hasil Pemilu 2019 nanti," pungkas dia. 

Kepolisian menetapkan tiga tersangka terkait hoaks surat suara tercoblos. Ketiganya yakni HY, LS dan J

Mereka diyakini menyebarkan hoaks melalui media sosial. HY dan LS ditangkap lebih dulu dan sudah dipulangkan. Sementara J baru ditangkap pada Senin, 7 Januari 2018 dan sedang menjalani pemeriksaan di Polres Brebes. 
  




(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi