Suasana kantor Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Suasana kantor Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Puluhan Warga di Malang Protes Tak Bisa Nyoblos

Pemilu kampanye pileg pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Daviq Umar Al Faruq • 17 April 2019 17:22
Malang: Puluhan warga melakukan aksi protes di Kelurahan Sumbersari, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, 17 April 2019. Aksi itu dilakukan karena mereka tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 hanya dengan bermodalkan KTP elektronik (KTP-el).
 
Salah satu warga yang protes, Maudy Satria mengaku ingin menggunakan hak pilihnya pada Pemilu tahun ini. Namun, warga asal Batam ini mengira tetap bisa mencoblos meski tidak memiliki form A5 (pindah pilih).
 
"Sebenarnya saya tahu ada informasi pindah pilih A5. Tapi karena sibuk urusan kuliah tidak sempat urus. Ya mau bagaimana lagi tidak bisa nyoblos," kata mahasiwa ITN Malang ini kepada awak media.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kasus serupa pun ternyata dialami sejumlah warga yang datang ke Kelurahan Sumbersari. Oleh karena itu warga serta mahasiswa ramai-ramai protes akibat tak dapat menggunakan hak pilihnya hanya dengan bermodal KTP-el.
 
Puluhan warga yang berasal dari luar Kota Malang itu meluapkan kekecewaannya di Kelurahan Sumbersari. Namun, setelah diberi pengertian oleh pihak KPU dan Bawaslu Kota Malang, massa pun akhirnya membubarkan diri.
 
Untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan lanjutan, puluhan personel Polri dan TNI bersenjata lengkap diturunkan untuk berjaga di sekitaran kantor kelurahan.
 
Ketua Bawaslu Kota Malang Alim Mustofa mengatakan bahwa warga yang tidak memiliki form A5 tidak bisa mencoblos. Apalagi warga hanya bermodalkan KTP-el.
 
"Kan sudah difasilitasi KPU sejak tiga bulan sebelum mencoblos untuk pindah pilih. Ya tidak ada ruang untuk warga luar kota coblosan di Kota Malang," kata Alim.
 
Alim melanjutkan, bahwa pemilih dengan KTP-el bisa mencoblos di tempat tinggalnya masing-masing. Sedangkan, daftar pemilih tambahan (DPTb) yang telah terdaftar dan mengajukan form A5 sejumlah 17.273 orang.
 
Sementara itu, Kabag Ops Polres Malang Kota Kompol Sutantyo mengaku pihaknya mengerahkan personel gabungan satuan setingkat peleton (SST) atau sejumlah 30 personel gabungan untuk mengamankan kantor Kelurahan Sumbersari.
 
"Kami mendukung keamanan, jika ada pelanggaran hukum kami siap membantu. Situasi masih kondusif. Semua pihak kami imbau memahami aturan dan mekanisme yang berlaku," pungkasnya.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif