Ketua Bidang Humas DPP IKADIN Erwin paling kanan/Medcom.id/Ilham Wibowo
Ketua Bidang Humas DPP IKADIN Erwin paling kanan/Medcom.id/Ilham Wibowo

IKADIN: Visi Misi Hukum Capres Belum Terukur

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf Prabowo-Sandi
Ilham wibowo • 13 Januari 2019 16:10
Jakarta: Visi misi dua paslon capres cawapres belum memenuhi variabel terukur agar bisa diimplementasikan bila terpilih. Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) menganggap program Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sulit ditagih.
 
"Keduanya tidak serius dalam menawarkan program hukum kepada masyarakat," ujar Ketua Bidang Humas DPP IKADIN Erwin Natosmal Oemar dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu, 13 Januari 2019.
 
Erwin memaparkan hasil riset Indonesian Legal Roundtable (ILR) yang memerinci jumlah program terukur kurang dari 50 persen. Jumlah program hukum Prabowo-Sandi yang terukur hanya 47 persen, sedikit lebih baik dari Jokowi-Ma'ruf sebanyak 46 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini jadi pekerjaan rumah bersama kedua pasangan calon," ujar Deputi Direktur ILR tersebut.
 
Pada aspek hak asasi manusia (HAM), kubu Prabowo dianggap lebih aktual karena mengangkat tema kebebasan berekspresi, berorganisasi dan berpendapat. Namun, variabel isu yang disampaikan tidak terukur dan secara kuantitas sedikit, yakni 23 persen.
 
"Pada sisi lain ada nilai plus dalam program Jokowi yaitu tetap memasukkan penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu dan mempunyai program lebih banyak dari Prabowo sebanyak 34 persen," jelas dia.
 
Baca: Prabowo-Sandi Mantapkan Visi Misi
 
Pada isu antikorupsi, jumlah program Jokowi terukur 23 persen lebih baik daripada Prabowo yang hanya 19 persen. Sementara isu reformasi hukum dan kelembagaan, jumlah program Prabowo 57 persen, lebih unggul daripada Jokowi yang hanya 42 persen. Namun, program yang ditawarkan Jokowi jauh lebih unggul dan terukur daripada Prabowo.
 
"Ada problem reformasi regulasi dan HAM, namun tidak terpotret secara baik oleh kedua calon. Khususnya terkait reformasi regulasi, di akhir masa SBY (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) lebih baik dibanding dengan zaman Jokowi," pungkas Erwin.
 

(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif