Politikus Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Foto: MI/Mohamad Irfan
Politikus Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Foto: MI/Mohamad Irfan

Fadli Zon Bantah Prabowo Cari Dukungan ke Dubes Eropa

Pemilu Prabowo-Sandi
Whisnu Mardiansyah • 21 Januari 2019 14:26
Jakarta: Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon membantah calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mencari dukungan ke duta besar negara-negara Eropa. Hal itu setelah 24 dubes negara-negara Eropa bertemu Prabowo pada Jumat, 18 Januari kemarin.
 
“Enggak ada sama sekali ke arah sana. Mereka meminta masukan, saya kira itu biasa kok di negara-negara demokrasi seperti itu dan ini atas permintaan mereka juga. Jadi tidak ada secara pribadi, itu menyatakan dan secara diplomatik juga bukan urusan mereka,” kata Fadli di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 21 Januari 2019.
 
Fadli mengatakan dalam pertemuan dengan 24 dubes itu, salah satunya membahas kecurangan pemilu. Serta permasalahan-permasalahan jelang Pemilu serentak 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Itu misalnya persoalan DPT (daftar pemilih tetap) ganda, DPT invalid, data yang manipulatif, kemudian itu KPU dan sebagainya. Kita sampaikan juga konsern kita itu dan bagi mereka ini hal yang sangat penting,” katanya.
 
Dalam kesempatan itu, BPN mengajak negara-negara Eropa yang kualitas demokrasinya lebih baik, menjadi pemantau Pemilu 2019. Sebuah negara demokrasi itu harus jujur dan adil.
 
“Kami juga menyampaikan mendukung upaya-upaya baik KPU, termasuk di DPR dan dari sisi BPN juga kita mengharapkan agar lebih banyak observer yang datang dari dunia internasional,” jelasnya.
 
Kendati begitu, Fadli membantah bahwa kedatangan 24 Dubes di kediaman calon presiden nomor urut 02, memang khusus untuk membahas kecurangan pemilu. Dia juga menegaskan, yang terlebih dahulu menanyakan itu adalah pada perwakilan kedubes tersebut.
 
“Mereka yang bertanya. Jadi mereka bertanya kita menjawab. Kita menjelaskan platform, saya ikut menjelaskan tentang program-program. Jadi yang menerima Pak Djoko Santoso, Pak Hasyim, saya, dan ada beberapa pimpinan BPN lainnya,” tuturnya.
 

(MBM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif