Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Irfan Pulungan (kiri) - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Irfan Pulungan (kiri) - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

TKN Minta Penyebar Hoaks Tobat

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Ilham Pratama Putra • 04 Januari 2019 07:39
Jakarta: Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Irfan Pulungan meminta penyebar hoaks bertobat. Khususnya mereka yang menyebarkan puluhan juta surat suara sudah tercoblos.
 
"'Ini agar berjalan dengan baik, proses Pemilu di atur UU. Kami dari TKN paslon 01 meminta pada semua yang terkait dengan masalah ini, untuk menyerahkan diri ke Bareskrim. Bertobatlah," kata Irfan di Bareskrim Polri, Kamis, 3 Januari 2019.
 
Kemarin, tim advokat TKN melaporkan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief ke Bareskrim Polri. Ini terkait cuitannya soal surat suara sudah tercoblos. Tim juga melaporkan tiga rekaman suara terkait hal yang sama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pelaporan itu tim menyerahkan sejumlah bukti-bukti. "Tiga rekaman suara ini sudah kami sampaikan begitu pula dengan print cuitan dari Andi Arief," beber dia.
 
Laporan itu sudah diterima Bareskrim Polri. Laporan tercatat dalam nomor STTL/009/I/2019/BARESKRIM.
 
Adapun, pasal-pasal yang dilaporkan terkait kejahatan Pemilu, penyebaran berita hoaks, serta pencemaran nama baik melalui media elektronik.
 
(Baca juga:Jokowi: Hindari Hoaks dan Fitnah Jelang Pemilu)
 
Sebelumnya, beredar kabar ada tujuh kontainer yang masing-masing berisi 10 juta surat suara telah dicoblos untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Kabar bohong itu tersiar melalui rekaman suara di media sosial serta melalui tulisan pesan berantai.
 
Kabar itu semakin ramai setelah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief, ikut mencuitkan kabar tersebut melalui akun Twitter pribadinya.
 
"Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yg sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar," kicau Andi.
 
Informasi itu dicuitkan Andi sekira pukul 20.05 WIB, Rabu, 2 Januari 2018. Namun beberapa saat kemudian, Andi menghapus tweet tersebut.
 


 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi