TKN Klarifikasi 'Budek-Buta' Ma'ruf ke Bawaslu DKI

M Sholahadhin Azhar 22 November 2018 04:08 WIB
pilpres 2019
TKN Klarifikasi Budek-Buta Maruf ke Bawaslu DKI
Direktur Hukum dan Advokasi TKN-KIK Ade Irfan Pulungan (tengah). Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Jakarta: Direktorat Advokasi Hukum Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) mengklarifikasi ucapan Ma'ruf Amin terkait budek dan buta ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI. Direktur Hukum dan Advokasi TKN-KIK Ade Irfan Pulungan menyebut hal ini untuk membantah dugaan pelanggaran atas pernyataan calon wakil presiden nomor urut 01 itu.

"Kami dari direktorat hukum sudah diberikan kewenangan untuk itu. Jadi tidak ada lagi perdebatan yang sifatnya non-teknis," kata Irfan di kantor Bawaslu DKI, Sunter, Jakarta Utara, Rabu, 21 November 2018.


Pihaknya telah membawa surat kuasa mewakili terlapor, yakni Ma'ruf Amin. Dengan surat tersebut, pihaknya sudah mewakili dan bisa memberikan klarifikasi terkait laporan dugaan pelanggaran itu. 

Anggota tim advokasi TKN Jokowi-Amin Nelson Simanjuntak menambahkan, pihaknya telah mengklarifikasi pernyataan itu ke Ma'ruf. Hasilnya, ungkapan budek dan buta tak dialamatkan pada penyandang disabilitas.

Menurut Nelson, kalimat Ma'ruf Amin itu ditujukan pada pihak-pihak yang menafikan kinerja Jokowi. Mereka seakan tak melihat dan mendengar bahwa banyak pekerjaan infrastruktur telah dirampungkan.

"Tujuannya adalah menyentil mereka yang selalu menyatakan bahwa tidak ada kemajuan di negeri ini selama Pak Jokowi menjadi presiden," ujar Nelson.

Sebelumnya cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin dilaporkan ke Bawaslu RI oleh sejumlah orang terkait pernyataan 'budek-buta'. Laporan tersebut dilayangkan karena pernyataan yang diucapkan oleh Ma'ruf Amin dianggap menghina kelompok disabilitas.





(HUS)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id