Gubernur Lemhannas Letnan Jendral (letjen) TNI Agus Widjojo--Medcom.id/Cindy
Gubernur Lemhannas Letnan Jendral (letjen) TNI Agus Widjojo--Medcom.id/Cindy

Lemhannas Paparkan Analisis Tingkat Kerawanan Pilpres 2019

Pemilu pilpres 2019
Cindy • 20 Maret 2019 14:38
Jakarta: Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) memperkirakan tingkat kerawanan menjelang pilpres 2019 melalui perspektif ketahanan nasional. Analisis kerawanan tersebut melalui pendekatan kondisi Pilpres 2014, kondisi ketahanan nasional, dan kondisi aktual.
 
"Kita membandingkan dari tiga pendekatan tersebut untuk mengukur tingkat kerawanan Pilpres 2019. Kategorinya dibagi menjadi lima, sangat kondusif, kondusif, normal, kurang kondusif, dan rawan," kata Gubernur Lemhannas Letnan Jendral (letjen) TNI Agus Widjojo di Gedung Lemhannas RI, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Maret 2019.
 
Dia memaparkan ada enam indeks ketahanan yakni ketahanan nasional, politik, ekonomi, sosial budaya, variabel toleransi, dan ideologi. Data indeks ketahanan tersebut diambil dari akhir tahun 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kondisi ketahanan nasional akhir 2018 dalam keadaan normal. Artinya, dinamika dapat diatasi dengan baik. Potensi kerawanan masih di bawah permukaan," ucapnya.
 
Sementara ketahanan politik dan ekonomi juga dalam keadaan normal. Wilayah yang kurang kondusif ketahanan politiknya, lanjut Agus, berada di Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, dan Papua Barat.
 
"Untuk ketahanan ekonomi kurang kondusif di daerah Kalimantan Utara. Sementara yang lainnya masih normal," jelasnya.
 
Baca: Potensi Kerawanan Pemilu di Kabupaten/Kota
 
Ketahanan sosial budaya dinilai kurang kondusif, artinya gangguan yang terjadi dapat menggoyahkan stabilitas. Menurutnya, itu akibat dari pilpres yang diwarnai berbagai ketidakpuasan masyarakat.
 
"Daerah rawan berada di Kalimantan Utara. Sementara yang normal hanya di Sumatera Barat, Lombok, Lampung, Beberapa bagian Jawa. Sisanya pun kurang kondusif," terang Agus.
 
Dia juga memaparkan ketahanan variabel toleransi dalam keadaan rawan dan dapat dengan cepat menggoyahkan stabilitas. Sebab, konflik sosial di masyarakat sulit dikendalikan.
 
"Variabel toleransi ini perlu kita waspadai, yang rawan adalah Jawa Barat dan Kalimantan utara. Lainnya kebanyakan normal dan kurang," katanya.
 
Hasil analisis kondisi pilpres tahun 2019 per provinsi yang dikeluarkan Lemhannas, yakni sangat kondusif di Sulawesi Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Bengkulu, Kalimantan, Maluku, Yogyakarta, dan Papua Barat.
 
Kondisi normal berada di Gorontalo, Sumatera Barat, Banten, Kepulauan Riau, Riau, Bali, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Lampung, Papua, Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Kondisi kurang kondusif ada di Aceh, NTT, NTB, Maluku Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.
 
"Bisa disimpulkan, tingkat kerawanan pilpres 2019 secara nasional dalam keadaan normal, namun ada beberapa daerah yang berada dalam kondisi kurang kondusif," imbuh Agus.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif