Ketua Harian TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin Moeldoko (dua dari kiri). Foto: Medcom.id/ Candra Yuri
Ketua Harian TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin Moeldoko (dua dari kiri). Foto: Medcom.id/ Candra Yuri

Moeldoko: Kita People Party Bukan People Power

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Candra Yuri Nuralam • 24 April 2019 03:29
Jakarta: Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Moeldoko lebih ingin menyuarakan people party ketimbang people power milik Amien Rais. Moeldoko menginginkan masyarakat berpesta dibanding berdemo.
 
"Kita tidak senang dengan istilah people power jadi kita people party, kita ingin syukuran semua relawan sedang bergerak syukuran ada di mana-mana," kata Moeldoko di Rumah Aspirasi Jokowi-Ma'ruf, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 23 April 2019.
 
Moeldoko merinci, people party adalah rasa bersyukur masyarakat atas berjalannya pemilu dengan sukses. Selain itu, kata dia, people party juga merupakan rasa syukur simpatisan Jokowi atas pencapaian memenangkan hasil quick count dan real count sementara KPU.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk itu ya kita patut bersyukur karena upaya keras dari semua relawan telah menghasilkan sesuatu dan sesuatu itu adalah kemenangan," ujar Moeldoko.
 
Lebih lanjut Moeldoko tidak melarang adanya acara syukuran sebelum pengumuman resmi dari KPU 22 Mei mendatang. Syukuran, lanjutnya, kebebasan setiap orang.
 
"Ya enggak apa apa ada dasarnya, quick count dari lembaga yang kredibel. Kita yakin itu," tutur Moeldoko.
 
Selain dari itu, alasan penggelaran syukuran juga mendasar. Berdasarkan seluruh lembaga survei yang kredibel dan survei internal, kata Moeldoko, Jokowi-Ma'ruf menang. Maka dari itu, menurutnya, syukuran wajar.
 
"Di samping itu war room kita melakukan real count yang enggak jauh beda dengan KPU dan lembaga survei jadi ya wajarlah kita," tutur Moeldoko.
 

(EKO)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif