Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan - Medcom.id/Faisal Abdalla.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan - Medcom.id/Faisal Abdalla.

Demokrat Dukung KPU Selesaikan Rekap di Situng

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Faisal Abdalla • 23 April 2019 14:29
Jakarta: Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mendatangi Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hinca datang ke KPU untuk meminta update terkait Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU.
 
"Siang hari ini saya sebagai sekjen Partai Demokrat mengunjungi KPU terutama untuk mencari tahu dan melihat update Situng yang sedang berlangsung," kata Hinca di Gedung KPU, Jakarta, Selasa, 23 April 2019.
 
Hinca diterima oleh Komisioner KPU, Hasyim Asyari. Pertemuan keduanya berlangsung tertutup.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hinca menegaskan pihaknya mendukung penuh KPU menyelesaikan rekap penghitungan suara dalam Situng. Namun dia meminta semua pihak tak tutup mata melihat masih ada permasalahan dalam proses rekap di Situng.
 
"Kami bertukar informasi, sistem ini berjalan terus dan kita dukung penuh supaya berjalan lancar, itu inti yang kami bicarakan. Tentu hambatanya bagaimana dari bawah sampai ke atas yang daerah-daerah jauh, kendala teknis, tetapi KPU optimis menyelesaikan batas waktu yang sudah disiapkan dan Situng ini," kata Hinca.
 
(Baca juga:KPU: Kesalahan Input C1 Hanya di 9 TPS)
 
Meski begitu, Hinca yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno enggan berkomentar terkait sikap BPN yang menuding rekap dalam Situng KPU penuh kecurangan.
 
"Saya ke sini sebagai Sekjen Partai Demokrat," tukasnya.
 
Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandiaga tengah mengumpulkan bukti kecurangan selama pemungutan suara Pilpres 2019. Bukti-bukti itu didokumentasikan untuk dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK).
 
"Pasti semua kejadian-kejadian kita dokumentasikan kita kumpulkan, termasuk panitia yang mencoblos semua ramai di berita," kata Juru bicara BPN Irfan Yusuf saat dihubungi Medcom.id, Sabtu, 20 April 2019.
 
Irfan enggan menebak hasil resmi yang bakal diumumkan Komisi Pemilihan Umum. Ia meragukan rekapitulasi yang dilakukan KPU karena masih menemukan berbagai kejanggalan.
 
"Bukan apakah sesuai harapan atau tidak. Apakah penghitungannya sudah benar atau tidak itu pertanyaannya," jelas Irfan.
 
Salah satu kejanggalan yang ditemukan adalah kesalahan KPU memasukkan data dalam sistem informasi penghitungan (situng). Ia menilai hal ini merugikan Prabowo-Sandiaga. Kasus serupa juga banyak ditemukan di media sosial.
 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif