Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto:Theofilus Ifan Sucipto/Medcom.id
Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto:Theofilus Ifan Sucipto/Medcom.id

Alasan Kubu Prabowo Ubah Klaim Persentase Kemenangan

Pemilu pilpres 2019
Theofilus Ifan Sucipto • 16 Mei 2019 07:48
Jakarta: Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto semula mengklaim kemenengan 62 persen di Pilpres. Belakangan angka diralat menjadi 54 persen setelah menjadi polemik oleh koalisi partai pendukungnya Demokrat.
 
Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak berdalih angka 62 persen didapat dari penghitungan form C1 yang baru terkumpul sekian persen. Seiring terkumpulnya form C1 persentase klaim kemenangan pun menyusut.
 
"Itu kan proses C1 masih beberapa persen. Jadi perkembangan yang sedang dikumpulkan Profesor Laode Masihu Kamaluddin (Anggota Dewan Pakar BPN)," kata Dahnil di Posko Media Center BPN Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Rabu 15 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Dahnil tidak menyebutkan alasan gamblang asal muasal tercetus klaim angka kemenangan 62 persen. Lagi-lagi form C1 dijadikan dalih kemenangan pasangan Prabowo-Sandi.
 
"Pada saat itu C1 terus bergerak sama dengan situng yang sedang berlangsung di KPU," ujar Dahnil.
 
Di tengah klaim kemenangan, Dahnil justru ingin mempublikasikan temuan kecurangan Pilpres 2019. Data kecurangan akan disebar kepada awak media untuk diberitakan pada masyarakat.
 
“Kemarin saya sudah sampaikan untuk di-copy dan disebarkan ke wartawan untuk disampaikan ke publik,” kata Dahnil.
 
Dia menyebut BPN memang berencana membagikan dokumen tersebut. Namun karena kendala teknis, hal itu belum kunjung terlaksana.
 
"Secepatnya akan disebarkan," ujarnya.

 

(WHS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif