Juru Bicara TKN-KIK Arya Sinulingga. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Juru Bicara TKN-KIK Arya Sinulingga. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

TKN Tak Telan Mentah-mentah Hasil Survei

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
M Sholahadhin Azhar • 27 November 2018 19:34
Jakarta: Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) menghargai hasil jajak pendapat Media Survei Nasional (Median) yang menyebut pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul di Pilpres. Namun, pihaknya enggan menelannya bulat-bulat hasil survei itu.
 
"Data tersebut kita lihat dan kita akan mengecek kesesuaian data antarlembaga survei. Kalau ada antar lembaga survei itu agak melenceng sendiri mungkin kita agak abaikan," kata Juru Bicara TKN-KIK Arya Sinulinggadi Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 27 November 2018.
 
Menurut dia, membaca survei perlu ilmu statistik. Berdasarkan ilmu itu, angka elektabilitas biasanya konsisten. Artinya, poin-poin presentase elektabilitas, tak terpaut jauh antara satu lembaga survei dengan lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk itu, kata Arya, survei yang melenceng patut dipertanyakan. Hal ini sekaligus merespons survei Median dengan presentase elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di bawah 50 persen.
 
"Apakah kita akan mengabaikan Median, tidak. Masukannya tetap kita ambil, kita terima untuk data kita. Tapi, kita akan lihat dengan survei lainnya dan membandingkannya," tegas Arya.
 
Dia juga merespons temuan survei tentang perekonomian yang dianggap responden, memburuk. Ini tercermin dari klaim harga bahan pokok di pasar yang melambung tinggi.
 
Baca: Survei: Jokowi-Ma’ruf Masih Memimpin
 
Menurut dia, hal itu lebih tepat ditanyakan pada kaum hawa karena mereka yang merasakan langsung. Pasalnya, harga bahan pokok adalah hal sensitif. Tak tepat jika responden acak ditanya mengenai hal ini karena juga melibatkan inflasi.
 
Artinya, kata dia, pertanyaan pada responden harus mewakili keterlibatan inflasi dalam kenaikan harga. Jika mereka tidak merasakan kenaikan yang signifikan, sedangkan ada kritik terhadap ekonomi, keterangan mereka bisa diragukan.
 
"Jadi kalau ada sampai harga inflasi berbanding terbalik dengan survei-survei, yang patut dipertanyakan adalah surveinya," jelas Arya.
 

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi