Kubu Prabowo-Sandi Dinilai Tak Paham Sejarah

Arga sumantri 25 Oktober 2018 13:36 WIB
Jokowi-Ma`ruf
Kubu Prabowo-Sandi Dinilai Tak Paham Sejarah
Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 1 Oktober 2018--Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Jakarta: Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Raja Juli Antoni, menilai kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak paham sejarah. Hal tersebut lantaran kubu Prabowo-Sandi menyamakan Sandi seperti tokoh proklamator Mohammad Hatta (Bung Hatta).

Sebelum ini, kata Antoni, kubu Prabowo-Sandi juga pernah menyamakan aktivis Ratna Sarumpaet dengan Cut Nyak Dien. Saat ini, Ratna justru ditahan polisi karena kasus berita bohong alias hoaks soal penganiayaan.


"Mereka enggak paham sejarah Indonesia. Coba baca lagi buku sejarah siapa Bung Hatta dan Cut Nyak Dien," kata Antoni saat dihubungi, Kamis, 25 Oktober 2018.

Antoni menilai wajar jika ada keluarga tokoh proklamator ini protes atas klaim tersebut. Terlebih, pernyataan itu disinyalir untuk kepentingan politik.

"Sebagai keturunan langsung Bung Hatta, cucunya tentu berhak keberatan bila kakeknya sebagai pendiri bangsa diklaim sepihak untuk kepentingan politik jangka pendek," ungkapnya.

Baca: Cucu Bung Hatta: Narasi Oposisi Basi

Menurut Antoni, Sandi tidak pantas disandingkan dengan sosok Bung Hatta. Keduanya punya perbedaan jauh. "Perbandingannya seperti langit dan bumi."

Antoni menuding situasi ini menunjukkan kubu Prabowo-Sandi kerap memainkan politik manipulatif. Pasalnya, ia menilai banyak pula pernyataan soal angka kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan yang tidak berbasis data yang jelas.

"Pembodohan rakyat secara masif sedang dilakukan," pungkasnya.



(YDH)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id