Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto (tengah) di Kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat. Foto: Candra Yuri Nuralam/Medcom.id
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto (tengah) di Kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat. Foto: Candra Yuri Nuralam/Medcom.id

PDIP Menyantuni Petugas KPPS yang Gugur

Pemilu pemilu serentak 2019
Candra Yuri Nuralam • 08 Mei 2019 16:30
Jakarta: Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan berduka atas gugurnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) saat bertugas di Pemilu 2019. Partai berlambang kepala banteng moncong putih itu juga akan menyantuni para keluarga korban.
 
"DPP PDIP telah memerintahkan jajaran tiga pilar partai yaitu, struktural partai, eksekutif, dan legislatif partai itu memberikan perhatian yang sebaiknya karena ini menjadi bagian yang menjadi tugas evaluasi bersama," ujar Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Mei 2019.
 
Hasto meminta seluruh masyarakat, terutama elite politik untuk menghargai petugas KPPS yang meninggal dunia. Dia tidak ingin perjuangan para 'pahlawan pemilu' itu dipolitisasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami juga menyerukan kepada seluruh kontestan pemilu agar berhati-hati dalam menyampaikan tuduhan curang kepada siapa pun terhadap penyelenggara pemilu dan pengawas pemilu," tutur Hasto.
 
Elite politik yang menuduh adanya kecurangan sama dengan tidak menghargai prosesi pesta demokrasi dan penyelenggara pemilu. Padahal, para penyelenggara khususnya KPPS sudah berjuang untuk memfasilitasi masyarakat memilih calon pemimpin dan wakilnya di parlemen.
 
"Tuduhan seperti itu sangat bertentangan dengan proses yang sudah kita sepakati untuk melemparkan hukum, mengingat kita adalah negara dengan supremasi hukum itu sendiri," pungkas dia.
 
Berdasarkan data diperokeh dari Komisi Pemilihan Umum (KPI) per 2 Mei 2019, jumlah petugas KPPS yang meninggal mencapai 412 orang. Petugas KPPS itu meninggal demi berjalannya pesta demokrasi.
 
Berdasarkan data yang dipaparkan Sekretaris Jenderal KPU Arif Rahman Hakim kasus wafatnya petugas KPPS paling banyak ditemukan di Jawa Barat dengan 100 kasus, Jawa Tengah 62 kasus, dan Jawa Timur 39 kasus. Tiga daerah tersebut merupakan daerah dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) dan tempat pemungutan suara (TPS) terbanyak.
 
Selain 412 meninggal dunia, sebanyak 3.658 petugas KPPS jatuh sakit saat bertugas. Dengan demikian, total ada 4.070 petugas KPPS yang mengalami musibah selama menyukseskan pemilu
 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif