Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto didampingi wakilnya Sandiaga Uno saat berpidato di hadapan para pendukung mereka. Medcom.id/ Whisnu M
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto didampingi wakilnya Sandiaga Uno saat berpidato di hadapan para pendukung mereka. Medcom.id/ Whisnu M

Lima Fokus Reorientasi Pembangunan Ala Prabowo

Pemilu pilpres 2019 Prabowo-Sandi
Whisnu Mardiansyah • 14 Januari 2019 22:26
Jakarta: Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memaparkan visi-misinya dalam pidato kebangsaan di hadapan ribuan pendukungnya. Prabowo menyampaikan lima fokus reorientasi pembangunan dan tata kelola pemeritahan.
 
"Reorientasi pembangunan untuk mengubah dari arah yang tidak benar ke arah yang benar demi kepentingan bangsa," kata Prabowo dalam pidatonya, di Plenary Hall JCC, Jakarta Pusat, Senin, 14 Januari 2019.
 
Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan reorientasi pembangunan diperlukan demi mewujudkan bangsa yang kokoh. Reorientasi pembangunan Prabowo fokus pada lima aspek.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fokus pertama swasembada pangan. Dia bilang rakyat Indonesia harus mampu produksi pangan sendiri agar kebutuhannya bisa terpenuhi.
 
Kedua swasembada energi. Prabowo mengatakan perkiraan peningkatan impor energi terutama BBM harus diantisipasi dan mencari alternatif untuk menggantikan energi fosil.
 
Ketiga swasembada air bersih. Menurut Prabowo krisis air bersih di dunia sudah diprediksi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk di Indonesia.
 
"Mereka meminta dikirim tangki-tangki air bersih," ujar Prabowo.
 
Keempat menjalankan pemerintah yang bersih dan berintegritas mulai dari aparatur negara hingga masyarakat. Pemerintah yang kuat terlihat dari aparatur negara yang unggul.
 
“Kita harus mempunya pemerintahan yang kuat bersih, berintegritas. Kita perlu hakim, polisi, Jaksa dan intelijen yang jujur setia kepada bangsa dan negara,” tutur dia.
 
Kelima angkatan perang yang unggul. Dikatakan Prabowo, Indonesia bisa menjadi negara kokoh apabila memiliki angkatan perang yang kuat mulai dari tentara hingga peralatan perangnya.
 
“Tentara yang kuat tapi tentara yang setia kepada rakyat dan tidak akan kalah, terbaik di dunia bukan karena kita mau gagah-gahan ya,” tandas dia.
 

(SCI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif