Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. Foto Medcom.id Ilham Wibowo
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. Foto Medcom.id Ilham Wibowo

PKS Sepakat Koalisi tak Perlu Dibubarkan

Pemilu pilpres 2019
Candra Yuri Nuralam • 11 Juni 2019 05:17
Jakarta: Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyetujui pernyataan Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily yang tidak menginginkan adanya pembubaran koalisi. Dia setuju koalisi harus tetap ada untuk mengontrol pemerintahan.
 
"Kalau harapan kita ya sama ketika kami usung Prabowo lima partai ini akan menjadi satu kubu berjalan bersama mencintai di dalam maupun di luar besama Pak Prabowo-Sandi, begitu juga temen-temen yang dukung Pak Jokowi," kata Mardani di Kompleks DPR MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 10 Juni 2019.
 
Meski demikian, Mardani menilai Ace terlalu dini untuk mengatakan koalisi Jokowi-Ma'ruf akan memimpin pemerinhahan nantinya. Saat ini, lanjut dia, penetapan pemenang Pilpres belum final karena ada masih ada proses gugatan yang harus dilalui di Mahkamah Konstitusi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Walaupun terminalogi pak Ace ini agak benar, kalaupun sudah ada penetapan presiden ya nanti koalisinya yang terbangun di pemerintahan dan oposisi," ujar Mardani.
 
Dia meminta Ace untuk menunggu hasil putusan dari Mahkamah Konstitusi sebelum mengatakan pemenang. Menurut dia, pernyataan koalisi pemenang Ace bisa menggiring opini publik.
 
"Tetapi mas Ace terlalu prematur karena belum ada pemenangnya. Karena surat KPU bukan final. Finalnya itu nanti MK," tutur Mardani.
 
Sebelumnya, Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily tidak sepakat usulan pembubaran koalisi partai politik pascapilpres 2019. Koalisi penting untuk mengawal jalannya pemerintahan selama lima tahun ke depan.
 
"Tujuan koalisi ini yang paling utama adalah mengawal dan mendukung Pemerintahan Jokowi-Kyai Ma’ruf agar efektif dalam mencapai target-target nawacita jilid kedua," kata Ace kepada wartawan di Jakarta, Senin, 10 Juni 2019.
 
Pembentukan koalisi yang permanen untuk memastikan semua janji-janji kampanye pasangan calon presiden dan wakilnya yang terpilih terealisasi. Koalisi bukan berarti mewakili polarisasi dukungan politik akar rumput masyarakat di bawah.
 
"Koalisi ini memiliki kewajiban untuk memastikan agar janji-janji kampanye Jokowi-Ma’ruf dapat terwujud melalui dukungannya di parlemen," kata Ace.
 
Ace menambahkan Partai Demokrat tidak seharusnya anti terhadap koalisi. Bahkan di era pemerintahan Presiden ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) koalisi dipermanenkan dengan nama Sekretariat Gabungan (Setgab).

 

(SCI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif