Ketua MPR Zulkifli Hasan (Zulhas) - Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.
Ketua MPR Zulkifli Hasan (Zulhas) - Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.

Zulhas Minta Massa Aksi 22 Mei Tertib

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Candra Yuri Nuralam • 19 Mei 2019 17:32
Jakarta: Ketua MPR Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta massa yang bakal mengikuti aksi pada 22 Mei 2019 tetap tertib. Dia tidak ingin demo berakhir ricuh.
 
"Orang demo boleh tapi harus tertib, boleh menyampaikan pesan tetapi tidak boleh mengganggu pihak lain. Tertib aman dalam koridor undang-undang," tegas Zulhas di Twin Plaza Hotel, Slipi, Jakarta Pusat, Minggu, 19 Mei 2019.
 
Zulhas menyebut jika nantinya aksi demo terkait kecurangan pemilu dilakukan, penyelenggara pemilu tidak boleh bungkam. Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) wajib menjawab pertanyaan massa untuk menghindari kemarahan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya harap juga yang berwenang juga bisa menjelaskan, kalau orang lagi marah dalam Islam itu disuruh wudhu biar tenang. Tenang itu dalam Islam jawab dan jelaskan agar ada trust kalau tidak distrust. Mau salah atau enggak itu belakangan, harus dijawab dulu biar tenang," ujar Zulhas.
 
Dia juga meminta aparat keamanan tidak melakukan pengamanan berlebihan. Jika asal bertindak, kata Zulhas, malah bisa terjadi amukan massa.
 
(Baca juga:Polda Metro Belum Terima Permintaan Izin Aksi 22 Mei)
 
"Pendekatan pidana tidak selalu menyelesaikan persoalan. Kalau semua pakai pidana nanti malah keberpanjangan," tutur Zulhas.
 
Saat ini, lanjut Zulhas, hanya calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang bisa menenangkan massa. Keduanya diharap cepat melakukan pertemuan untuk melambangkan kedamaian bagi kedua kubu.
 
"Oleh karena itu saya harap Pak Prabowo dan Pak Jokowi cepat bertemu berbincang-bincang agar Indonesia lebih maju dari sekarang," tutur Zulhas.
 
Sekelompok orang bakal melangsungkan demo pada 22 Mei 2019 bertepatan dengan pengumuman Pemilu 2019 oleh KPU. Demo dilakukan lantaran mereka menilai terjadi kecurangan dalam pemilu.

 

(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif