Cendikiawan muslim Muhammad Quraish Shihab. Medcom.id/Achmad Zulfikar
Cendikiawan muslim Muhammad Quraish Shihab. Medcom.id/Achmad Zulfikar

Aksi 22 Mei Dinilai Tak Perlu

Pemilu unjuk rasa pilpres 2019
Achmad Zulfikar Fazli • 21 Mei 2019 02:30
Jakarta: Cendikiawan muslim Muhammad Quraish Shihab menilai aksi 22 Mei tak perlu ada. Sebab, sudah tersedia langkah hukum untuk membuktikan adanya kecurangan atau tidak dalam Pemilu 2019.
 
"Sebenarnya hemat saya tidak perlu lagi karena aspirasinya sudah terdengar dan ada jalan keluar yang disiapkan UU. Jadi tidak perlu lagi," ujar Quraish di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin, 20 Mei 2019.
 
Namun bila tetap digelar, dia berharap aksi 22 Mei berjalan aman, tidak menimbulkan perpecahan antarmasyarakat, dan tidak ada jatuh korban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Secara agama, jelas dia, setiap umat Islam harus taat kepada siapa pun yang menjadi pemimpin meski tidak setuju dengan keberadaannya. Agama juga menghendaki terciptanya keamanan bagi seluruh masyarakat.
 
"Harus taat demi mencapai, menciptakan kedamaian," ucap dia.
 
Sekelompok orang bakal berdemo pada 22 Mei 2019 bertepatan dengan pengumuman Pemilu 2019 oleh KPU. Demo dilakukan lantaran mereka menuding terjadi kecurangan dalam pemilu.
 
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengaku belum menerima permintaan izin keramaian rencana aksi pada 22 Mei 2019. "Sampai sekarang belum, belum ada (izin kerumunan terkait rencana aksi pada 22 Mei 2019)," ujar Gatot saat menghadiri perayaan Hari Raya Waisak di Wihara Ekayana Arama, Jalan Mangga, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu, 19 Mei 2019.
 
Meski demikian, pihaknya akan meningkatkan pengamanan di wilayah-wilayah yang berpotensi terjadinya gangguan keamanan. Bahkan, kepolisian sudah melakukan persiapan pengamanan jauh-jauh hari.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif